Udinese Kalahkan Barcelona dan Nottingham Forest, Raih Piala Friuli Venezia Giulia
Baca dalam 60 detik
- Udinese menjuarai turnamen mini dengan mengalahkan Barcelona dan Nottingham Forest masing-masing 1-0.
- Kemenangan ini menegaskan kekuatan tim asal Serie A di panggung pramusim, sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi kompetisi domestik.
- Keberhasilan ini bisa menjadi sinyal positif bagi performa Udinese di musim depan, meski lawan yang dihadapi belum dalam kekuatan penuh.

Udinese berhasil merebut trofi Piala Friuli Venezia Giulia setelah menaklukkan dua raksasa Eropa, Barcelona dan Nottingham Forest, dengan skor identik 1-0 dalam turnamen mini yang digelar di Bluenergy Stadium, markas mereka. Kemenangan ini bukan sekadar pemanasan pramusim, melainkan juga pembuktian bahwa skuad asuhan pelatih anyar mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Eropa.
Turnamen yang berlangsung pada Sabtu malam itu menggunakan format unik: tiga pertandingan masing-masing berdurasi 45 menit, dengan poin penuh diberikan untuk setiap kemenangan. Udinese membuka laga dengan menghadapi Nottingham Forest dan langsung unggul melalui sundulan keras Oumar Solet yang memanfaatkan umpan tendangan sudut Nicolรฒ Zaniolo. Gol tersebut menjadi pembeda hingga peluit panjang berbunyi.
Pada laga kedua, Barcelona sukses mengalahkan Nottingham Forest dengan skor yang sama, berkat penalti Raphinha di menit akhir. Penalti tersebut diberikan setelah wasit menilai bek Forest, Milenkovic, melakukan handsball di area terlarang. Sebelum pertandingan dimulai, sempat dilakukan hening cipta untuk menghormati Jorge Messi, ayah dari mantan kapten Barcelona Lionel Messi, yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit berkepanjangan.
Partai penentu antara Udinese dan Barcelona berjalan sengit. Kedua tim saling jual beli serangan, namun tidak ada gol tercipta hingga menit-menit akhir. Di saat laga tampaknya akan berakhir imbang, Vakoun Bayo muncul sebagai pahlawan dengan eksekusi chip yang cerdik melewati kiper Wojciech Szczesny, mantan penjaga gawang Juventus. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 bagi tuan rumah dan mengunci gelar juara.
Zaniolo, yang tampil impresif sepanjang turnamen, dinobatkan sebagai pemain terbaik. Penghargaan ini menjadi bukti kualitas gelandang serang Italia tersebut, yang diharapkan bisa menjadi motor permainan Udinese di musim kompetisi yang akan datang. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, hasil ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bahwa persaingan di Eropa tidak hanya didominasi oleh klub-klub besar seperti Barcelona, tetapi juga tim-tim kuda hitam seperti Udinese yang mampu memberikan kejutan.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Udinese menjelang dimulainya Serie A. Namun, perlu diingat bahwa Barcelona dan Nottingham Forest kemungkinan tidak menurunkan kekuatan penuh mereka di turnamen pramusim ini. Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah performa gemilang ini akan berlanjut saat musim resmi bergulir? Atau justru menjadi bumerang karena ekspektasi yang terlalu tinggi? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, para pendukung Udinese punya alasan untuk optimis.



