Elias Dolah Sinyal Kembali ke BRI Super League: Saya Kenal Banyak Orang di Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Elias Dolah membuka peluang kembali ke BRI Super League setelah dua musim berseragam Bali United.
- Bek 33 tahun itu mengaku kerasan di Thailand bersama BG Pathum United dan masih terikat proyek bersama Buriram United.
- Keputusan karier Dolah akan bergantung pada tawaran klub dan daya tarik proyek yang disodorkan.

Elias Dolah tidak menutup pintu untuk kembali merumput di BRI Super League. Bek tengah berusia 33 tahun itu mengaku masih menyimpan kenangan manis selama dua musim memperkuat Bali United pada 2023/2024 dan 2024/2025.
Dalam wawancara eksklusif dengan Bola.com, Dolah menyatakan bahwa ia sangat mengenal sepak bola Indonesia dan memiliki banyak relasi di Tanah Air. "Saya tidak akan mengatakan tidak, karena saya sudah sangat kenal Liga Indonesia, dan banyak kenal orang di sana," ujarnya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pintu kembalinya pemain keturunan Swedia itu ke kompetisi domestik masih terbuka lebar.
Meski demikian, Dolah saat ini merasa betah di Thailand. Ia memperkuat BG Pathum United sebagai pemain pinjaman dari Buriram United dan menjadi pilar penting di lini belakang. "Saya ada beberapa urusan di Thailand, saya akan tetap di Thailand untuk saat ini," jelasnya. Kenyamanan itu tidak hanya soal sepak bola, tetapi juga aktivitas lain yang membuatnya kerasan di Negeri Gajah Putih.
Dolah juga mengenang duel Timnas Thailand melawan Timnas Indonesia yang kerap berlangsung sengit dan diwarnai banyak kartu. Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam tentang karakter sepak bola Indonesia, baik di level klub maupun tim nasional.
"Namun, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam sepak bola. Terkadang karier tergantung klub, karena mereka yang menawarkan kontrak dan apakah kita proyeknya atau tidak," tandas Dolah.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa keputusan Dolah untuk kembali ke Indonesia tidak semata-mata soal uang, melainkan juga visi proyek yang ditawarkan klub. Klub-klub BRI Super League yang ingin merekrutnya perlu menyodorkan rencana jangka panjang yang meyakinkan, bukan sekadar kontrak jangka pendek.
Bagi sepak bola Indonesia, peluang mendatangkan Dolah bisa menjadi nilai tambah. Pengalamannya di liga Thailand dan penampilannya bersama tim nasional Thailand menjadi bukti kualitasnya. Kehadirannya dapat memperkuat lini belakang tim yang membutuhkan sosok berpengalaman, sekaligus meningkatkan daya tarik kompetisi di mata penggemar.
Namun, usia yang tidak lagi muda menjadi pertimbangan tersendiri. Klub biasanya lebih selektif dalam merekrut pemain di atas 30 tahun, terutama untuk posisi bek tengah yang menuntut mobilitas dan konsistensi fisik. Dolah menyadari hal itu dan memilih menikmati sisa kariernya dengan hati-hati.
Ke depan, apakah ada klub Indonesia yang mampu meyakinkan Dolah untuk kembali? Atau ia akan menutup karier di Thailand dan tidak lagi merumput di BRI Super League? Publik sepak bola Indonesia menantikan jawabannya.



