FIFA ASEAN Cup 2026: Emtek Pegang Hak Siar, Indonesia Tuan Rumah Grup A
Baca dalam 60 detik
- Emtek Group ditunjuk sebagai penyiar resmi FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan disiarkan di Indosiar, SCTV, Vidio, Moji, dan Nex Parabola.
- Turnamen perdana ini diikuti 14 negara dan terbagi dalam dua divisi, dengan Indonesia menjadi tuan rumah Grup A Premier Division di SUGBK.
- Potensi penonton global mencapai lebih dari 1 miliar, menurut Ketua PSSI Erick Thohir, membuka peluang ekonomi besar bagi industri media dan sepak bola nasional.

FIFA ASEAN Cup 2026 resmi akan disiarkan secara langsung oleh Emtek Group melalui lima kanal: Indosiar, SCTV, Vidio, Moji, dan Nex Parabola. Penunjukan ini menandai keterlibatan pertama Emtek dalam turnamen sepak bola regional yang masuk kalender resmi FIFA, dengan jangkauan siaran yang diproyeksikan menjangkau lebih dari satu miliar penonton potensial.
Turnamen edisi perdana ini akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Sebanyak 14 negara berpartisipasi, terdiri dari 11 anggota Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) ditambah tiga tim undangan: Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong-China. Kompetisi dibagi menjadi dua level: Premier Division sebagai kasta tertinggi dan Challenge Division sebagai kasta kedua.
Pada Premier Division, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Grup A yang juga dihuni Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Seluruh pertandingan grup ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sementara Grup B yang berisi Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina akan bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Format kompetisi tidak menyertakan babak semifinal; juara Grup A dan juara Grup B akan langsung bertemu di final.
Ketua PSSI, Erick Thohir, menilai hak siar ini memiliki nilai ekonomi signifikan. "Kalau dilihat dari keekonomian, ini total potensi viewers itu kurang lebih hampir lebih dari 1 miliar, jadi jumlah yang besar," ujarnya saat seremoni di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Ia merinci, sekitar 600 juta berasal dari Indonesia, ditambah ratusan juta dari Bangladesh dan Pakistan, serta wilayah Hong Kong dan sekitarnya.
Dari sisi persiapan tim, sebanyak 21 pemain mengikuti latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Rizky Eka Pratama, yang mendapat panggilan susulan, telah bergabung dengan skuad Garuda. Latihan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi turnamen yang akan digelar dalam hitungan hari.
Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah Grup A Premier Division bukan hanya soal gengsi. Ini adalah peluang emas untuk mengerek peringkat dunia FIFA, karena setiap hasil pertandingan akan dihitung dalam sistem poin resmi FIFA. Selain itu, kehadiran turnamen ini diprediksi mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal, terutama di Jakarta dan Bandung sebagai lokasi pertandingan.
Di sisi lain, Challenge Division akan dipusatkan di Hong Kong-China. Grup A dihuni Hong Kong-China, Laos, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B diisi Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste. Format ini memberikan kesempatan bagi negara-negara dengan peringkat lebih rendah untuk bersaing di level regional.
Keberhasilan siaran langsung di lima kanal Emtek juga menjadi ujian bagi infrastruktur penyiaran digital Indonesia. Dengan potensi penonton yang sangat besar, kualitas streaming Vidio dan jangkauan Nex Parabola akan menjadi sorotan. Jika sukses, ini bisa menjadi tolok ukur untuk hak siar turnamen internasional lainnya di masa depan.
Pertanyaannya, mampukah Timnas Indonesia memanfaatkan status tuan rumah untuk meraih gelar perdana dan meningkatkan posisi di peringkat FIFA? Jawabannya akan terlihat mulai 24 September mendatang.



