Lili Reinhart Terpikat Novel 'The Love Hypothesis', Adaptasi Filmnya Dinanti
Baca dalam 60 detik
- Lili Reinhart mengaku jatuh cinta pada novel 'The Love Hypothesis' karya Ali Hazelwood dan antusias membintangi adaptasi filmnya.
- Aktris 30 tahun itu merasa beruntung dapat memerankan karakter yang sudah dicintainya, didukung penuh oleh penulis buku.
- Adaptasi ini menghadirkan tantangan tersendiri karena harus memenuhi ekspektasi penggemar berat novel.

Aktris Lili Reinhart mengungkapkan bahwa ia langsung jatuh cinta pada novel The Love Hypothesis karya Ali Hazelwood saat pertama kali membacanya. Ketertarikan itulah yang membuatnya menerima tawaran untuk membintangi adaptasi filmnya, berperan sebagai Olive.
Dalam wawancara dengan People, Reinhart menjelaskan bahwa daya tarik utama novel tersebut terletak pada hubungan persahabatan yang kuat antara dua sahabat. "Saya benar-benar jatuh cinta pada bukunya dan karakter-karakternya. Fakta bahwa seluruh plot berawal dari dua sahabat yang saling mencintai begitu dalam, itu yang membuat saya tertarik," ujarnya.
Reinhart, yang beradu akting dengan Tom Bateman, merasa beruntung bisa memerankan karakter yang telah ia cintai sejak awal. Ia juga memuji penulisan karakter perempuan dalam novel yang menurutnya sangat indah. "Kami berdua jatuh cinta pada karakter-karakter ini sejak di halaman pertama. Saya merasa beruntung bisa memerankan mereka," tambahnya.
Sementara itu, Rachel Marsh, yang berperan sebagai sahabat Olive, mengaku mulai membaca novel setelah mengikuti audisi. Ia pun mengaku kini menjadi penggemar berat novel romansa. "Sebelumnya saya tidak banyak membaca novel romansa, tapi sekarang saya suka. Sekarang, itu genre saya," tuturnya.
Ali Hazelwood selaku penulis novel memberikan restu dan dukungannya terhadap film ini. Reinhart menyatakan rasa syukurnya atas dukungan tersebut. "Kami sangat beruntung mendapatkan dukungan luar biasa darinya. Dia benar-benar menunjukkan cinta pada film ini dan kami sangat berterima kasih," kata Reinhart.
"Ini adalah dua orang yang seharusnya tidak cocok. Tapi karena mereka melakukan sesuatu untuk membantu teman, mereka benar-benar bisa melihat satu sama lain apa adanya," ujar Tom Bateman tentang karakter Olive dan Adam.
Bateman juga mengakui tekanan yang datang saat mengadaptasi novel terkenal. Menurutnya, setiap pembaca memiliki bayangan sendiri tentang karakter, sehingga tim produksi berusaha keras untuk memenuhi ekspektasi. "Setiap orang yang terlibat memiliki cinta yang mendalam pada buku ini dan ingin memberikan yang terbaik bagi para penggemarnya," jelasnya.
Adaptasi film The Love Hypothesis menjadi salah satu proyek yang dinanti penggemar novel romansa. Dengan keterlibatan para pemain yang mengaku mencintai sumber materinya, film ini diharapkan dapat memuaskan hati para pembaca setia. Namun, tantangan terbesarnya adalah menerjemahkan imajinasi pembaca ke dalam visual tanpa kehilangan esensi cerita.
Bagi industri film Indonesia, fenomena adaptasi novel populer menjadi pelajaran berharga. Beberapa tahun terakhir, film-film lokal yang diangkat dari novel laris seperti Dilan 1990 dan Mariposa berhasil meraup penonton besar. Kesuksesan itu menunjukkan bahwa basis penggemar novel dapat menjadi modal awal, asalkan eksekusinya tidak mengecewakan. Ke depan, akan menarik untuk melihat apakah The Love Hypothesis mampu mengulang tren serupa di pasar global, termasuk Indonesia.



