Amorim Sinyalkan Perombakan Skuad AC Milan Usai Ditekuk Chelsea 3-0
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan telak dari Chelsea menjadi pemicu evaluasi besar-besaran di kubu AC Milan.
- Pelatih anyar Ruben Amorim berencana memangkas jumlah pemain dalam waktu dekat.
- Keputusan akhir akan diambil pekan depan, jelang laga pembuka Serie A melawan Torino.

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengisyaratkan akan melakukan perombakan besar-besaran dalam skuadnya setelah timnya menelan kekalahan telak 0-3 dari Chelsea dalam laga uji coba di Jakarta, Minggu (16/8). Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Milan yang sebelumnya belum terkalahkan dalam tiga laga pramusim, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Inter Milan di Perth, Australia.
Amorim mengakui bahwa timnya kesulitan menghadapi pressing tinggi dan permainan satu lawan satu yang diterapkan Chelsea. Namun, ia menegaskan bahwa kekalahan ini adalah bagian dari proses untuk mempersiapkan tim menghadapi musim kompetisi yang sesungguhnya. "Kami tahu akan kesulitan hari ini, tetapi kami ingin menantang para pemain," ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Dalam laga yang berlangsung di Indonesia tersebut, Chelsea unggul melalui dua gol Joao Pedro dan satu gol voli spektakuler Moises Caicedo. Milan sendiri menurunkan sejumlah pemain muda, dan beberapa pemain kunci seperti Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori justru duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Sementara itu, Luka Modric dan Rafael Leao baru mendapatkan menit bermain pertama mereka pada pramusim ini setelah tampil di Piala Dunia.
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam karena Milan sejatinya sedang aktif berburu pemain baru di bursa transfer. Namun, langkah mereka terhambat karena skuad yang ada saat ini terlalu gemuk. "Kami memiliki skuad yang besar, jadi kami harus memilih beberapa pemain dan kami akan membuat keputusan pekan depan," tegas Amorim. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa beberapa pemain akan segera dilepas atau dipinjamkan untuk memberi ruang bagi rekrutan anyar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena melibatkan dua klub besar Eropa di tengah hiruk pikuk kemerdekaan RI. Kehadiran Chelsea dan Milan di Jakarta tidak hanya sekadar laga pramusim, tetapi juga cerminan pasar sepak bola Asia Tenggara yang semakin dilirik. Dari sisi komersial, tur pramusim seperti ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik dari sektor pariwisata maupun merchandise.
Namun, bagi Amorim, fokus utamanya adalah memastikan Milan siap bersaing di Serie A. Ia menegaskan bahwa kekalahan dari Chelsea tidak akan mengubah target timnya. "Kami di sini untuk mempersiapkan diri agar bisa memenangkan pertandingan resmi pertama musim ini dan memberikan kepercayaan diri kepada para pemain," katanya. Milan dijadwalkan memulai musim dengan bertandang ke markas Torino pada 23 Agustus mendatang.
Langkah perombakan skuad yang akan dilakukan Amorim tentu menjadi perhatian. Beberapa pemain yang jarang mendapat menit bermain berpotensi menjadi korban. Di sisi lain, keputusan ini juga bisa menjadi peluang bagi pemain muda untuk naik kelas. Pertanyaannya, siapa yang akan bertahan dan siapa yang harus angkat koper? Keputusan Amorim dalam pekan mendatang akan menjadi penentu arah kebijakan transfer Milan hingga akhir bursa.



