Tottenham Pertimbangkan Osimhen, Bukan Gakpo: Perbandingan Ketajaman yang Jauh Berbeda
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur tengah mengkaji kelayakan finansial untuk merekrut Victor Osimhen dari Galatasaray, dengan gaji mingguan mencapai £309 ribu.
- Osimhen dianggap lebih unggul dalam hal produktivitas gol dibandingkan Cody Gakpo, dengan total 173 gol karier berbanding 105 gol untuk pemain Belanda tersebut.
- Keputusan Tottenham untuk memilih antara dua penyerang ini akan menentukan daya saing lini depan mereka di Premier League musim 2025/26.

Jendela transfer musim panas Tottenham Hotspur yang semula berjalan agresif kini menghadapi dilema besar: memilih antara merekrut penyerang tengah murni Victor Osimhen atau mengakomodasi winger serba bisa Cody Gakpo. Dengan musim Premier League yang semakin dekat, keputusan ini berpotensi menentukan nasib lini serang The Lilywhites yang musim lalu tampil di bawah ekspektasi.
Setelah sukses mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes, Spurs sempat menjadi kandidat terkuat perburuan pemain. Namun, ketiadaan tambahan amunisi di lini depan membuat para pengamat mulai mempertanyakan konsistensi rencana Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu bahkan sempat menggoda publik dengan janji rekrutan 'bomba', tetapi hingga kini belum ada realisasi nyata selain perpanjangan kontrak Micky van de Ven dan kabar hengkangnya Cristian Romero.
Perhatian utama kini tertuju pada dua nama: Gakpo yang dikabarkan ingin meninggalkan Liverpool, dan Osimhen yang ditawarkan agennya ke Tottenham. Gakpo, yang berusia 27 tahun, tampak cocok secara profil sebagai pemain yang sudah terbukti di Premier League. Namun, catatan golnya di Liverpool terbilang biasa saja—hanya 50 gol dari 180 pertandingan. Bahkan Richarlison, yang kini dianggap gagal di Spurs, mencetak 53 gol dari 152 laga saat masih di Everton.
Di sisi lain, Osimhen hadir dengan reputasi sebagai salah satu penyerang tengah terbaik Eropa. Sejak membawa Napoli meraih Scudetto 2022/23 dengan 26 gol di Serie A, ia konsisten mencetak gol di berbagai liga. Total 76 gol dalam 133 penampilan untuk Napoli, lalu 59 gol dari 74 laga bersama Galatasaray, menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Bahkan di musim 2025/26 yang diganggu cedera, ia masih mampu membukukan 15 gol dari 19 start di Liga Super Turki, plus lima assist—sama dengan Gakpo, tetapi dengan jumlah laga yang jauh lebih sedikit.
Perbandingan di kompetisi Eropa pun tak kalah mencolok. Osimhen mencetak tujuh gol dalam sepuluh penampilan Liga Champions musim ini, sementara Gakpo hanya dua gol dari sebelas laga. Karier klub Osimhen total mencapai 173 gol, sedangkan Gakpo baru 105 gol. Angka-angka ini menegaskan bahwa Osimhen berada di level yang berbeda, meski keduanya lahir di tahun yang sama.
Keputusan Tottenham untuk mengeluarkan dana besar demi Osimhen tentu bukan tanpa risiko. Selain biaya transfer yang mahal, gaji mingguan yang mencapai £309 ribu berpotensi mengganggu struktur upah klub. Namun, jika De Zerbi menginginkan penyerang tengah murni, Osimhen adalah pilihan yang jauh lebih logis dibandingkan memaksakan Gakpo berperan sebagai false nine. Apalagi, kehadiran Savinho di sisi sayap bisa menjadi solusi untuk memperkuat lini serang tanpa harus mengorbankan ketajaman di kotak penalti.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan ini menarik untuk disimak karena berkaitan dengan daya saing klub-klub Eropa yang kerap menjadi barometer transfer pemain Asia Tenggara. Jika Tottenham berhasil mendatangkan Osimhen, mereka akan memiliki salah satu lini depan paling ditakuti di Premier League, yang secara tidak langsung mempengaruhi persaingan di papan atas. Sebaliknya, jika hanya mendapatkan Gakpo, Spurs mungkin akan kembali kesulitan bersaing dengan klub-klub elite lainnya.
Pertanyaan yang kini menggantung: apakah ENIC, pemilik Tottenham, berani mengambil langkah berani dengan mengeluarkan kocek dalam-dalam untuk Osimhen? Atau mereka akan memilih opsi yang lebih hemat namun berisiko membuat musim depan kembali mengecewakan? Keputusan ini akan menjadi ujian nyata ambisi klub di bawah arahan De Zerbi.



