Rekonsiliasi Lindsey Buckingham dan Stevie Nicks: Luka Lama Sembuh di Tengah Proyek Dokumenter
Baca dalam 60 detik
- Lindsey Buckingham dan Stevie Nicks kembali menjalin komunikasi intensif setelah bertahun-tahun berseteru.
- Proses pembuatan dokumenter Fleetwood Mac menjadi katalis penyembuhan hubungan di antara para personel.
- Mick Fleetwood mengakui masih merindukan aksi panggung, namun menegaskan tak ada rencana reuni tur besar-besaran.

Lindsey Buckingham dan Stevie Nicks akhirnya menemukan titik damai. Gitaris berusia 76 tahun itu mengonfirmasi bahwa hubungannya dengan mantan kekasih sekaligus rekan satu bandnya di Fleetwood Mac telah pulih sepenuhnya. Keduanya kini dikabarkan berkomunikasi secara rutin, sebuah perkembangan yang kontras dengan ketegangan yang mewarnai hubungan mereka sejak akhir 2019.
Dalam wawancara terbarunya dengan E! News, Buckingham mengungkapkan bahwa proses pembuatan film dokumenter tentang Fleetwood Mac menjadi momen refleksi yang menyembuhkan. "Kami meninggalkan banyak hal yang belum selesai pada 2019, dan tidak ada yang merasa bahagia dengan situasi itu. Sekarang semuanya telah terurai dan terobati," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa konflik internal yang sempat memecah belah band legendaris itu kini telah memasuki babak baru yang lebih damai.
Ketenangan yang diraih Buckingham dan Nicks bukanlah hal yang sepele. Sebagai dua figur sentral di balik kesuksesan Fleetwood Mac, perseteruan mereka kerap menjadi sorotan media. Namun, Buckingham menegaskan bahwa rekonsiliasi ini lebih berharga daripada sekadar peluang untuk kembali tur. "Yang terpenting adalah kedamaian yang kami temukan sekarang," tambahnya, merujuk pada hubungan personal yang telah diperbaiki.
Di sisi lain, Mick Fleetwood, drummer sekaligus pendiri Fleetwood Mac, menyambut baik rekonsiliasi ini. Sejak tahun lalu, ia memang mendambakan keharmonisan di antara para personel. "Saya selalu membayangkan Stevie dan Lindsey bisa lebih akrab dan saling memaafkan," katanya kepada Us Weekly. Namun, Fleetwood juga realistis. Ia mengakui bahwa setelah kepergian Christine McVie, arah band sempat kehilangan pijakan. "Saya merindukan bermain seperti dulu, tapi untuk Fleetwood Mac, sepertinya tidak akan ada tur lagi," ujarnya.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kabar ini membawa nostalgia tersendiri. Fleetwood Mac adalah salah satu band yang lagu-lagunya seperti "Dreams" dan "Go Your Own Way" masih sering diputar di berbagai platform streaming. Rekonsiliasi ini juga menjadi pengingat bahwa konflik internal di band legendaris bisa berakhir dengan perdamaian, meski butuh waktu bertahun-tahun. Di tengah industri musik yang semakin terfragmentasi, kisah ini menawarkan pelajaran tentang pentingnya menyembuhkan luka lama demi warisan seni yang lebih utuh.
Ke depannya, publik bertanya-tanya apakah rekonsiliasi ini akan berujung pada proyek musik baru atau sekadar penutup yang manis untuk sebuah era. Buckingham sendiri belum memberikan sinyal akan kembali ke panggung bersama Fleetwood Mac. Namun, dengan komunikasi yang kini terbuka, bukan tidak mungkin para penggemar akan mendapatkan kejutan lain dari band yang telah melewati pasang surut selama lebih dari lima dekade ini.



