Channing Tatum Bantah Akun Burner Instagram: 'Lucu Banget'
Baca dalam 60 detik
- Channing Tatum membantah memiliki akun Instagram rahasia yang mengomentari kehidupan mantan tunangannya, Zoe Kravitz.
- Klarifikasi ini muncul setelah penggemar menemukan akun bernama 'Nonya Bidness' yang hanya diikuti oleh Tatum dan menulis komentar pedas tentang Zoe serta Harry Styles.
- Insiden ini menyoroti fenomena akun burner di kalangan selebritas dan bagaimana penggemar sering menghubungkan petunjuk digital dengan kehidupan pribadi idola.

Aktor Hollywood Channing Tatum akhirnya angkat bicara mengenai rumor yang menyebut dirinya memiliki akun Instagram rahasia atau burner account. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resminya, bintang film Magic Mike itu menyebut spekulasi tersebut sebagai hal yang “sangat lucu” dan tidak masuk akal.
Isu ini bermula pekan lalu ketika sejumlah penggemar di media sosial menemukan sebuah akun dengan nama “Nonya Bidness” yang aktif memberikan komentar pada unggahan tentang mantan tunangan Tatum, Zoe Kravitz, dan pasangannya, Harry Styles. Yang memicu kecurigaan adalah fakta bahwa akun tersebut hanya memiliki satu pengikut, yakni akun Instagram Tatum sendiri.
Menanggapi hal itu, Tatum menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akun lain selain @channingtatum. Ia bahkan menyoroti kejanggalan logika: jika benar ia ingin menyembunyikan identitas, mengapa harus mengikuti akun tersebut dari akun utamanya? “Saya benar-benar tidak percaya kalian mengira ini yang saya lakukan di waktu luang. Lucu sekali,” tulisnya dalam unggahan berbentuk teks.
Komentar-komentar yang dilontarkan akun “Nonya Bidness” memang bernada tajam. Pada salah satu unggahan, akun itu menulis, “Hanya di sini untuk kebencian.” Komentar lain menyinggung dugaan bahwa mantan istri Tatum berusaha mengambil uangnya, sementara Zoe dianggap terlalu bebas untuk menetap. Ada pula komentar yang menganalisis pernyataan Tatum tentang Zoe sebagai “orang yang paling intensional” yang dikaitkan dengan sifat perhitungan.
Meski Tatum telah membantah, fenomena burner account bukan hal baru di kalangan selebritas. Beberapa figur publik pernah ketahuan memiliki akun anonim untuk memantau atau bahkan berinteraksi dengan penggemar dan kritikus. Namun, kasus Tatum ini menjadi perhatian karena bukti yang dianggap terlalu gamblang: akun tersebut mengikuti hanya satu orang, yang justru menjadi tersangka utama.
“Saya hanya punya satu akun IG, @channingtatum,” tegas Tatum, seraya menambahkan bahwa ia tidak akan mengikuti akun rahasia jika memang ingin merahasiakannya.
Bagi publik Indonesia, kasus ini bukan sekadar gosip selebritas internasional. Ini mencerminkan bagaimana budaya digital telah mengaburkan batas antara privasi dan konsumsi publik. Penggemar di Indonesia yang aktif di media sosial sering kali terlibat dalam analisis serupa terhadap idola lokal, mulai dari menyelidiki akun finsta hingga menelusuri jejak digital. Fenomena ini juga menghadirkan tantangan etika: sejauh mana penggemar boleh mengorek kehidupan pribadi selebritas?
Di sisi lain, bagi industri hiburan, insiden seperti ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menjaga relevansi nama selebritas di tengah persaingan konten. Di sisi lain, terlalu banyak drama pribadi dapat mengalihkan perhatian dari karya profesional. Tatum sendiri sedang dalam proses mempromosikan beberapa proyek film, dan perhatian yang teralihkan ke rumor semacam ini bisa merugikan strategi pemasaran.
Ke depan, apakah penggemar akan lebih berhati-hati dalam menuduh selebritas memiliki akun rahasia? Atau justru sebaliknya, semakin banyak figur publik yang akan menggunakan taktik burner account untuk memantau percakapan publik? Yang jelas, kasus Tatum menunjukkan bahwa dalam lanskap media sosial yang serba transparan, menjaga privasi menjadi semakin rumit—dan bantahan pun tak selalu menghentikan spekulasi.



