Charley Hull Ukir Sejarah di London Championship: Catat Skor 62, Samai Rekor Terendah Tur Eropa
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Inggris Charley Hull membukukan skor 62 (11-under par) pada putaran kedua PIF London Championship, menyamai rekor terendah sepanjang sejarah Ladies European Tour (LET) sekaligus memecahkan rekor lapangan Centurion Club.
- Penampilan impresif tersebut membawa Hull meroket ke posisi kedua klasemen sementara, hanya tertinggal satu pukulan dari pemain muda Kanada Anna Huang yang memimpin turnamen.
- Dengan kondisi fisik yang diakui kelelahan dan cedera, Hull justru tampil luar biasa; ia mengaku terkejut dengan hasilnya dan bertekad memperbaiki permainan di putaran berikutnya.

Pegolf Inggris Charley Hull menciptakan momen bersejarah pada putaran kedua PIF London Championship, Jumat (25/8/2023). Ia membukukan skor fantastis 62 (11-under par) di Centurion Club, Hertfordshire, yang tidak hanya memecahkan rekor lapangan tetapi juga menyamai rekor skor terendah sepanjang sejarah Ladies European Tour (LET).
Skor 62 tersebut membawa Hull melesat ke posisi kedua klasemen sementara dengan total 10-under par, hanya tertinggal satu pukulan dari pemain Kanada berusia 17 tahun, Anna Huang, yang memimpin dengan skor 11-under par. Pencapaian Hull ini sekaligus mematahkan rekor lapangan yang sebelumnya dipegang oleh rekan senegaranya, Georgia Hall, sejak 2021.
Performa Hull pada hari kedua menjadi sorotan karena ia mampu mencatatkan satu eagle di hole pertama dan sembilan birdie tanpa satu pun bogey. Padahal, sehari sebelumnya ia hanya mampu membukukan skor 74. Lompatan drastis ini menunjukkan konsistensi dan kualitas permainan Hull yang sempat diragukan karena kondisi fisiknya.
Yang menarik, Hull mengaku tampil dalam kondisi yang jauh dari prima. Ia menyebut kelelahan luar biasa setelah menjalani pekan yang padat, termasuk tampil di AIG Women's Open pekan lalu. "Saya merasa sangat lelah, tubuh saya benar-benar remuk. Saya punya beberapa cedera yang sedang berlangsung, jadi saya banyak menjalani fisioterapi," ujarnya. Namun, justru dalam kondisi seperti itu, ia mampu mencatatkan putaran terbaiknya. "Saya cukup terkejut bisa 11-under karena pagi ini saya merasa sangat lelah. Ini seperti 11-under termudah dalam hidup saya. Saya merasa masih ada beberapa pukulan yang terbuang dan saya ingin memperbaikinya," tambah Hull.
Pekan ini memang menjadi ujian mental bagi Hull. Selain harus menghadapi cedera, ia juga sempat menjadi sorotan karena aksi prank terhadap caddie-nya. Namun, ia berhasil membuktikan ketangguhannya dengan finis di posisi keenam pada AIG Women's Open pekan lalu. Kini, dengan performa impresif di London, Hull kembali menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pegolf paling kompetitif di dunia.
Bagi penggemar golf di Indonesia, pencapaian Hull ini menjadi pengingat bahwa golf wanita semakin kompetitif dan menarik untuk diikuti. Dengan semakin banyaknya turnamen internasional yang disiarkan, termasuk di Asia, para penggemar dapat menyaksikan aksi para pegolf top dunia seperti Hull dan Huang. Selain itu, keberhasilan Hull yang mampu tampil apik meski dalam kondisi fisik kurang prima juga menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk tidak mudah menyerah pada keterbatasan.
Anna Huang, yang masih berusia 17 tahun, juga menunjukkan konsistensi dengan membukukan skor 68 pada putaran kedua setelah sebelumnya 67. Ia mengaku putarannya kali ini sedikit naik-turun, tetapi tetap bangga dengan penampilannya. "Ada beberapa kesalahan kecil, tapi ini tetap sesuatu yang bisa dibanggakan," kata Huang. Persaingan antara Hull yang berpengalaman dan Huang yang masih muda diprediksi akan menjadi daya tarik utama pada putaran-putaran berikutnya.
Dengan dua putaran tersisa, pertarungan gelar juara PIF London Championship masih terbuka lebar. Hull, yang dikenal dengan gaya permainan agresif, dipastikan akan tampil all-out untuk mengejar ketertinggalan satu pukulan dari Huang. Pertanyaannya, akankah Hull mampu mempertahankan performa impresifnya dan merebut gelar juara? Atau justru Huang yang akan membuat kejutan dengan menjadi juara termuda di ajang ini? Kita nantikan saja.



