Duel Superfight Shields vs Price Diprediksi Baru Terwujud 2027
Baca dalam 60 detik
- Petinju kelas berat putri Claressa Shields memperkirakan laga melawan Lauren Price akan berlangsung pada kuartal pertama 2027.
- Shields akan turun ke kelas menengah untuk menantang juara dunia WBA dan WBC asal Australia, Kaye Scott, pada 15 Agustus di Atlanta.
- Pertarungan ini dinilai sebagai ujian besar bagi Price yang harus naik dua divisi, sementara Shields mengincar perbaikan rekor KO-nya.

Petinju kelas berat putri asal Amerika Serikat, Claressa Shields, memperkirakan duel pamungkas melawan juara kelas welter asal Wales, Lauren Price, baru akan terwujud pada kuartal pertama 2027. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi yang sempat meredup setelah negosiasi awal tidak membuahkan hasil.
Shields, yang belum terkalahkan dalam 18 pertarungan profesional dan menjadi petinju pertama yang meraih gelar undisputed di tiga kelas berbeda, mengaku tak sabar menghadapi Price. "Saat saya melihat Lauren bertarung, dia sangat eksplosif, cepat, dan punya banyak skill. Saya tidak sabar untuk naik ring dan menunjukkan kemampuan saya melawannya," ujarnya kepada BBC Sport.
Namun, sebelum memikirkan duel superfight itu, Shields akan lebih dulu turun ke kelas menengah untuk menantang juara dunia WBA dan WBC asal Australia, Kaye Scott, pada 15 Agustus di Atlanta, Georgia. Shields juga berencana bertarung lagi di akhir tahun di kelas yang sama. "Saya pikir saya akan menjalani pertarungan ini dan saya ingin bertarung lagi di akhir tahun di 160 pon," tambahnya.
Shields dan Price sempat saling berhadapan di atas ring setelah Price menang angka atas Stephanie Pineiro di Cardiff pada April lalu. Promotor Price, Ben Shalom, sempat mengumumkan kesepakatan dua pertarungan dengan Shields, namun hingga kini Price belum bertarung lagi dan kabar tersebut meredup. Shields yakin duel itu akan terjadi di kelas menengah, meski Price harus naik dua divisi dari kelas welter. Menurut Shields, Price kemungkinan akan menjalani pertarungan pemanasan terlebih dahulu untuk beradaptasi dengan kelas baru.
Shields, yang hanya pernah kalah sekali dari Savannah Marshall di level amatir, menilai Price akan menjadi lawan yang lebih tangguh daripada Marshall. "Dia peraih medali emas Olimpiade dan tak terkalahkan. Untuk memiliki skill set seperti itu di tinggi 5 kaki 7 inci dan pergi ke Olimpiade di 165 pon dan memenangkan medali... kamu harus punya banyak skill dan kekuatan," puji Shields.
Meski turun kelas, Shields diunggulkan mengalahkan Scott yang berusia 41 tahun dengan rekor 5-1-1. Shields mengakui Scott memiliki latar belakang amatir yang bagus, tetapi ia yakin akan menunjukkan kelasnya. "Dia punya latar belakang amatir yang hebat dan dia dipacu cepat menuju gelar dunia. Saya hanya akan pergi ke sana dan menunjukkan betapa hebatnya saya dan melihat apakah dia cukup tangguh untuk menahannya," kata Shields.
Salah satu fokus perbaikan Shields adalah rekor knockout-nya yang hanya tiga kali dari 18 kemenangan. "Saya tidak berpikir itu ada hubungannya dengan kekuatan saya. Saya melukai setiap gadis yang saya lawan. Saya menjatuhkan mereka. Tetapi apakah saya melempar pukulan yang tepat pada waktu yang tepat untuk mendapatkan knockout? Saya tahu saya punya banyak kekuatan," tegasnya.
Bagi pecinta tinju Indonesia, duel Shields vs Price adalah pertarungan yang dinanti karena mempertemukan dua petinju terbaik dunia dengan gaya bertarung yang kontras. Shields yang agresif dan kuat akan diuji oleh kecepatan dan ketepatan Price. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Price yang harus beradaptasi dengan kenaikan kelas, sementara Shields ingin membuktikan dominasinya di kelas menengah. Dengan jadwal yang masih panjang, publik tinju dunia akan menunggu apakah rencana ini benar-benar terwujud pada 2027.



