Prabowo Buka Dua Rumus Bernegara Warisan Ben Mboi: Cinta Rakyat dan Akal Sehat
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mengaku mendapat dua pedoman kepemimpinan dari almarhum Ben Mboi, yaitu mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat dalam setiap kebijakan.
- Kebijakan hilirisasi dan swasembada pangan disebut sebagai contoh penerapan prinsip akal sehat yang tengah dijalankan pemerintah saat ini.
- Pesan serupa dari mantan Gubernur Jatim Muhammad Nur menegaskan bahwa tugas pemimpin adalah bekerja demi membuat rakyat kecil tersenyum, menjadi fondasi arah pembangunan nasional.

Presiden Prabowo Subianto membeberkan dua prinsip bernegara yang diwariskan oleh almarhum Ben Mboi, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur, dalam pidatonya di acara peluncuran dan bedah buku Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat. Kepada hadirin, Prabowo menyebut bahwa menjadi pemimpin sejatinya tidak rumit jika berpegang pada dua hal: mencintai rakyat dan mengedepankan akal sehat. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan strategis bangsa.
Menurut Prabowo, ketika sebuah keputusan lahir dari rasa cinta kepada rakyat dan dilandasi logika yang sehat, maka hasilnya akan cepat terlihat dan tidak akan meleset. Ia mencontohkan kebijakan hilirisasi dan upaya swasembada pangan sebagai langkah konkret yang mengandalkan prinsip akal sehat. Bagi Prabowo, pemahaman akan swasembada pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga fondasi stabilitas dan keamanan nasional.
Di luar pesan Ben Mboi yang dianggapnya sebagai guru, Prabowo juga mengenang nasihat dari mantan Gubernur Jawa Timur, Muhammad Nur. Dalam bahasa Jawa, Nur pernah berpesan, โPrabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana. Bekerja. Yen wong cilik iso gemuyu.โ Pesan itu mengandung makna bahwa seorang pemimpin harus bekerja keras agar masyarakat yang paling lemah dan miskin bisa kembali tersenyum dan optimis.
Pengakuan Prabowo ini menarik disimak di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang membayangi Indonesia. Para pengamat menilai bahwa penekanan pada cinta rakyat dan akal sehat bisa menjadi sinyal bagi investor tentang arah kebijakan pemerintah ke depan. Kepastian regulasi dan keberpihakan pada kepentingan rakyat kecil menjadi kunci kepercayaan pasar, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas dan tekanan inflasi.
Lebih jauh, prinsip yang diwariskan Ben Mboi itu sejalan dengan program-program prioritas pemerintah saat ini, seperti hilirisasi mineral dan penguatan ketahanan pangan. Kebijakan hilirisasi yang selama ini digencarkan bertujuan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sementara swasembada pangan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor. Keduanya membutuhkan perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten, bukan sekadar wacana.
Bagi kalangan profesional dan investor, pernyataan Prabowo ini memberikan gambaran tentang gaya kepemimpinan yang mengedepankan stabilitas dan keberpihakan. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana menerjemahkan prinsip tersebut ke dalam kebijakan yang terukur dan akuntabel. Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah prinsip cinta rakyat dan akal sehat ini benar-benar menjadi panduan dalam setiap keputusan strategis, atau hanya menjadi narasi seremonial belaka?



