Lewis-Skelly Siap Rebut Posisi Gelandang Arsenal: Mampukah Geser Bintang Baru?
Baca dalam 60 detik
- Gelandang muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly, tampil impresif di lini tengah pada akhir musim lalu dan di laga pramusim, memicu spekulasi pergeseran peran.
- Kedatangan Bruno Guimaraes yang santer dikabarkan bisa menjadi penghalang, namun kondisi fisik pemain inti yang terkuras usai Piala Dunia membuka peluang.
- Keputusan Arsenal mempertahankan atau menjual Lewis-Skelly akan menjadi sinyal penting arah kebijakan transfer klub di tengah tuntutan finansial.

Myles Lewis-Skelly, pemain jebolan akademi Arsenal, tengah berada di persimpangan karier. Setelah musim lalu lebih banyak menghangatkan bangku cadangan, kini ia berpeluang besar mengunci tempat reguler di lini tengah The Gunners. Performa apiknya di akhir musim dan pramusim menjadi modal berharga, tetapi persaingan ketat dan agenda transfer klub bisa mengubah segalanya.
Pemain berusia 19 tahun ini sebenarnya bukan bek kiri murni. Ia dididik sebagai gelandang di Hale End, akademi Arsenal, dan selalu percaya posisi itulah yang terbaik baginya. Namun, musim 2024-25 ia harus puas menjadi bek kiri untuk menembus tim utama. Keputusan itu terbukti tepat; ia tampil menonjol, bahkan memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda Inggris saat debut melawan Albania pada Maret 2025. Kontrak baru lima tahun pun menghadiahinya.
Musim lalu, menit bermainnya menyusut drastis. Kedatangan Riccardo Calafiori (€42 juta) dan Piero Hincapie membuat persaingan di lini belakang kian ketat. Pelatih Mikel Arteta bahkan mengaku bersikap keras padanya. Namun, ketika performa Martin Zubimendi menurun di penghujung musim, Lewis-Skelly diberi kesempatan tampil sebagai gelandang. Ia menjawab dengan penampilan meyakinkan, sehingga dipercaya menjadi starter di hampir semua laga sisa, termasuk saat Arsenal merebut gelar Premier League dan melaju ke final Liga Champions.
Kebangkitan Lewis-Skelly ini datang di tengah isu transfer yang melingkupinya. Sebagai produk akademi, penjualannya akan tercatat sebagai 'pure profit' dalam pembukuan klub—istilah yang ia sendiri sindir dengan mengunggah foto bersama trofi Premier League dengan caption tersebut. Arsenal memang perlu menjual pemain setelah menggelontorkan sekitar £250 juta musim panas lalu. Namun, performa impresifnya di posisi favoritnya itu mungkin mengubah rencana klub.
Kabar terbaru menyebut Arsenal hampir mengamankan tanda tangan Bruno Guimaraes dari Newcastle dengan nilai mencapai £80 juta. Jika jadi, kehadiran pemain sekaliber itu tentu menjadi penghalang besar bagi Lewis-Skelly. Meski demikian, ada faktor lain yang menguntungkannya: banyak gelandang inti Arsenal seperti Martin Odegaard, Declan Rice, Eberechi Eze, Zubimendi, dan Mikel Merino baru kembali dari Piala Dunia dan belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini memberi Lewis-Skelly peluang emas untuk tampil sejak awal musim.
Di laga pramusim, Lewis-Skelly tampil sebagai gelandang bertahan dan menunjukkan ketenangan dalam membawa bola ke depan. Ia juga membangun koneksi apik dengan Calafiori, yang mengaku senang bermain bersamanya. “Kami baru berbicara beberapa hari lalu tentang koneksi ini—kami tidak perlu bicara,” ujar Calafiori. “Saya sangat suka bermain dengannya, dia pemain yang sangat bagus.”
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan Lewis-Skelly menarik untuk diikuti. Ia menjadi contoh bagaimana pemain muda bisa memanfaatkan peluang di tengah badai cedera dan jadwal padat. Keputusan Arsenal mempertahankan atau menjualnya akan menjadi cermin strategi klub dalam menyeimbangkan ambisi olahraga dan kesehatan finansial—sebuah dilema yang juga relevan bagi klub-klub Asia Tenggara yang mulai berinvestasi besar di pasar pemain.
Dengan Community Shield yang tinggal menghitung hari, Lewis-Skelly berpeluang membuktikan bahwa ia pantas dipercaya di lini tengah Arsenal sejak awal musim. Pertanyaannya, akankah pelatih Arteta memberinya kepercayaan penuh, atau justru memilih pemain anyar yang lebih berpengalaman? Jawabannya akan menentukan tidak hanya masa depan Lewis-Skelly, tetapi juga arah kebijakan transfer Arsenal dalam beberapa musim ke depan.



