Persib Libur Empat Hari, Igor Tolic Waspadai 10 Laga Beruntun pada Oktober
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung langsung diliburkan empat hari setelah menuntaskan lawatan ke markas Persijap Jepara.
- Igor Tolic menilai jeda ini krusial untuk memulihkan fisik pemain sebelum menghadapi 10 pertandingan beruntun pada Oktober 2026.
- Kemenangan bersejarah atas FC Seoul di AFC Champions League 2 menjadi modal mentalitas skuad Maung Bandung menatap jadwal padat.

Persib Bandung memilih mengambil jeda kompetisi dengan meliburkan skuadnya selama empat hari pasca laga tandang ke markas Persijap Jepara dalam BRI Super League 2026/2027. Keputusan ini diambil manajemen tim sebagai langkah pemulihan sebelum menghadapi rentetan pertandingan yang jauh lebih menantang pada Oktober 2026.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menegaskan bahwa waktu istirahat tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan kebutuhan strategis. Menurutnya, para pemain telah menjalani rangkaian laga berat, termasuk perjalanan jauh dan pertandingan internasional, sehingga jeda empat hari menjadi momen tepat untuk mengembalikan kebugaran fisik maupun mental.
"Kami akan beristirahat beberapa hari. Saya pikir itu sangat layak," ujar Tolic sebelum bertolak ke Bandung dari Jepara.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti dua pemainnya yang memperkuat tim nasional, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Ia berharap keduanya tampil maksimal dan membawa pulang hasil positif, sekaligus kembali ke klub dalam kondisi prima.
Persib memang tengah menapaki periode krusial. Pada 8 Oktober 2026, Beckham Putra dan kolega dijadwalkan melakoni laga melawan Port FC di Bangkok dalam ajang Shopee Cup 2026. Setelah itu, mereka langsung dihadapkan pada jadwal padat di BRI Super League dan AFC Champions League 2 2026/2027.
Tolic mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya jumlah pertandingan, tetapi juga akumulasi perjalanan jauh dan perpindahan kota. Ia menyebut timnya tidak akan memiliki waktu istirahat selama 30 hingga 32 hari ke depan. "Kami tidak berhenti selama 30, 31, bahkan 32 hari. Kami memiliki 10 pertandingan berturut-turut," tegasnya.
Meski demikian, pelatih berusia 48 tahun itu melihat respons positif dari para pemain, terutama dalam hal mentalitas. Ia mencontohkan bagaimana tim mampu bangkit cepat setelah melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, lalu mencatat kemenangan bersejarah melawan FC Seoul di Korea Selatan. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Persib di kompetisi Asia pada musim ini.
"Para pemain memberikan seratus persen. Semua orang yang berada di lapangan tampil seperti fanatik. Kemudian kami datang ke Jepara setelah semua kesuksesan itu," ujar Tolic.
Menurut Tolic, konsistensi mental semacam itu akan menjadi fondasi penting. Ia optimistis timnya akan semakin menyatu dalam waktu singkat, seiring dengan proses adaptasi yang berjalan. Namun, ia menekankan bahwa kunci utama menghadapi agenda padat Oktober bukan hanya taktik dan teknik, melainkan menjaga kesehatan pemain agar tetap bugar.
"Saya pikir tim ini akan menyatu dengan sangat cepat. Setelah itu, semuanya adalah tentang menjaga kesehatan dan memainkan pertandingan," pungkasnya.
Bagi Persib, jeda empat hari ini bisa menjadi titik balik sekaligus ujian manajemen beban kerja. Jika mampu melewati 10 laga beruntun dengan hasil positif, posisi mereka di papan atas BRI Super League dan peluang di AFC Champions League 2 akan semakin terbuka. Sebaliknya, cedera atau kelelahan bisa menjadi bumerang yang mengancam ambisi musim ini.
Pertanyaannya, apakah istirahat singkat ini cukup untuk menjaga performa Persib di tengah jadwal yang nyaris tanpa ampun? Publik Bandung tentu berharap jawabannya adalah iya.



