Rapor Persib September: Tiga Kemenangan, Satu Luka, dan Sejarah di Seoul
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung menutup September dengan tiga kemenangan dari empat laga lintas kompetisi.
- Kemenangan 1-0 atas FC Seoul menjadikan Maung Bandung wakil Indonesia pertama yang menang di Korea Selatan.
- Ujian berikutnya adalah Port FC di ASEAN Club Championship pada 8 Oktober di Bangkok.

Persib Bandung mengakhiri September 2026 dengan catatan tiga kemenangan dari empat pertandingan yang tersebar di BRI Super League dan AFC Champions League Two. Satu-satunya kekalahan datang dari rival abadi, Persija Jakarta, dalam duel yang berakhir 1-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Rangkaian laga dimulai pada 6 September ketika Persib menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Maung Bandung tampil dominan dan menang 3-1, membuka kompetisi domestik dengan sinyal positif. Namun, momentum itu terhenti enam hari kemudian di Jakarta. Gol Ivan Mamut di masa injury time memaksa Adam Alis dan kawan-kawan pulang tanpa poin, meski sempat menahan imbang tuan rumah hingga menit akhir.
Kekalahan itu tidak membuat skuad asuhan Igor Tolic kehilangan arah. Persib langsung terbang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada laga perdana Grup E ACL Two. Datang dengan sejumlah pemain inti absen—Uilliam Barros, Gakuto Notsuda, Sandy Walsh, dan Danijel Loncar—Persib justru menampilkan pertahanan disiplin dan mencuri gol kemenangan 1-0 di Seoul World Cup Stadium. Hasil tersebut tercatat sebagai kemenangan pertama wakil Indonesia di Korea Selatan, sebuah capaian yang mengangkat posisi tawar sepak bola nasional di kompetisi antarklub Asia.
"Kemenangan di Seoul bukan sekadar tiga poin, tetapi bukti bahwa tim Indonesia mampu bersaing di level Asia meski tidak diperkuat pemain terbaik," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menanggapi hasil tersebut.
Kembali ke jalur domestik, Persib menghadapi Persijap Jepara pada pekan ketiga BRI Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini. Sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Pirulo pada menit ke-12, Persib membalikkan keadaan melalui dua gol Thom Haye (menit 20) dan Uilliam Barros (menit 54). Kemenangan 2-1 itu memastikan Persib menutup September dengan tren positif.
Dari kacamata kompetisi domestik, rapor ini menempatkan Persib sebagai salah satu kandidat kuat juara BRI Super League. Konsistensi meraih poin di kandang dan tandang, ditambah kemampuan bangkit dari ketertinggalan, menjadi modal berharga. Namun, kekalahan dari Persija menunjukkan bahwa duel-derby masih menjadi titik rawan yang perlu dievaluasi, terutama dalam menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.
Bagi sepak bola Indonesia secara lebih luas, kemenangan di Seoul memberi dampak psikologis dan reputasi. Klub-klub Asia akan menilai tim Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan lawan yang mampu merepotkan. Ini juga menjadi sinyal bagi pengelola liga untuk terus meningkatkan kualitas kompetisi domestik agar prestasi di level Asia tidak bersifat sporadis.
Setelah libur singkat, Persib akan menghadapi Port FC dari Thailand pada laga perdana Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027 di Bangkok, 8 Oktober. Laga ini akan menguji kedalaman skuad dan kemampuan adaptasi di kompetisi regional yang berbeda. Mampukah Persib mempertahankan momentum dan membawa pulang poin dari Thailand? Jawabannya akan menjadi indikator seberapa jauh ambisi mereka di kancah Asia.



