Uji Coba Osaka: Wallabies Incar Kemenangan Beruntun, Waspadai Serangan Balik Jepang
Baca dalam 60 detik
- Australia membidik dua kemenangan beruntun pertama dalam setahun saat meladeni Jepang di Osaka, setelah memutus tren enam kekalahan beruntun.
- Pelatih anyar Les Kiss langsung diuji taktiknya melawan Eddie Jones, yang membidik kemenangan perdana Jepang atas Australia.
- Kapten Harry Wilson menyoroti kecepatan dan serangan balik Jepang sebagai ancaman utama yang harus diantisipasi dengan strategi tendangan cerdas.

Kapten Australia Harry Wilson menegaskan timnya membidik kemenangan beruntun pertama dalam setahun saat menghadapi Jepang di Osaka, Sabtu (10/8). Namun, ia mengingatkan bahwa kekuatan utama lawan terletak pada serangan balik yang mematikan, yang harus dihadapi dengan kewaspadaan ekstra.
Kemenangan atas Italia pada Juli lalu menjadi penawar dahaga setelah enam kekalahan beruntun. Kini, tim asuhan Les Kiss berpeluang mencatat dua kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak Agustus tahun lalu, ketika mereka mengalahkan British & Irish Lions dan Springboks. Bagi Wilson, konsistensi adalah kunci untuk membangun momentum tim.
"Kemenangan itu memberi kepercayaan diri, tetapi kami sadar harus tampil konsisten," ujar Wilson kepada wartawan di Osaka, Jumat (9/8). Ia menambahkan bahwa laga ini menjadi kesempatan emas untuk membangun momentum skuad.
Pertandingan di Stadion Hanazono ini juga menjadi debut Les Kiss sebagai pelatih kepala Australia. Ia akan beradu strategi dengan Eddie Jones, yang pernah dua kali menukangi Wallabies dan kini berambisi membawa Jepang meraih kemenangan perdana atas Australia. Cuaca panas dan lembap diprediksi menjadi faktor tambahan yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Wilson mengakui kecepatan tempo permainan Jepang dan kualitas serangan baliknya yang luar biasa. "Kami harus menendang dengan cerdas dan menempatkan bola di posisi yang tepat, karena lini belakang dan flyhalf mereka sangat elektrik," jelasnya. Strategi ini menjadi kunci untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Menariknya, empat pemain Jepang yang masuk dalam daftar 23 pemainโlock Harry Hockings, centre Dylan Riley, serta flanker Jack Cornelsen dan Ben Gunterโdibesarkan di Australia. Wilson, yang berasal dari Queensland Reds, mengaku senang bisa bertemu kembali dengan rekan-rekan lamanya. "Ada beberapa wajah familiar, beberapa orang Australia yang tumbuh bersama saya. Hocko (Hockings) adalah teman baik saya, saya bahkan menghadiri pernikahannya beberapa tahun lalu. Tidak ada rasa marah, justru senang melihatnya bermain untuk Jepang," ujarnya. "Tetapi, tentu saja saya ingin mengalahkannya sebagai teman."
Bagi pengamat rugbi di Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan perkembangan pesat rugbi Asia. Jepang, yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2019, terus menunjukkan peningkatan kualitas. Bagi Australia, laga ini menjadi ujian penting untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi yang lebih ketat, termasuk Rugby Championship yang akan datang.
Dengan segala intrik dan tantangan yang ada, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Australia menjaga konsistensi dan meraih kemenangan beruntun, atau justru Jepang yang akan mencatat sejarah dengan menaklukkan tim raksasa Oseania? Jawabannya akan terungkap di lapangan Osaka.



