Afrika Selatan Menang Tipis atas Argentina, tetapi Kolisi Cedera dan Peluangnya Melawan Selandia Baru Terancam
Baca dalam 60 detik
- Springboks menang 17-10 atas Argentina dalam uji coba, tetapi kapten Siya Kolisi mengalami cedera hamstring dan harus menjalani pemindaian.
- Kemenangan ini diwarnai performa kurang meyakinkan, dengan banyak kesalahan dan tendangan yang tidak akurat dari kedua tim.
- Cedera Kolisi menjadi sorotan utama jelang laga pertama melawan Selandia Baru pada 22 Agustus, yang bisa mengubah komposisi tim.

Buenos Aires, 8 Agustus โ Afrika Selatan harus bekerja keras untuk mengalahkan Argentina 17-10 dalam laga uji coba di Stadion Velez Sarsfield, Sabtu (8/8). Kemenangan ini sejatinya menjadi pemanasan bagi Springboks sebelum menghadapi Selandia Baru dalam rangkaian empat pertandingan yang dimulai akhir bulan ini. Namun, kabar buruk datang dari kapten Siya Kolisi yang kembali mengalami cedera hamstring dan terpaksa keluar lapangan pada menit ke-25.
Laga yang berlangsung sengit ini memperlihatkan perjuangan Afrika Selatan untuk menemukan ritme permainan. Mereka tertinggal lebih dulu setelah Benjamin Grondona mencetak try untuk Argentina pada babak pertama. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Edwill van der Merwe menyamakan kedudukan menjadi 10-10 menjelang turun minum. Pada babak kedua, Cameron Hanekom mencetak try pertamanya untuk tim nasional setelah memanfaatkan scrum yang dominan, membawa Springboks unggul untuk pertama kalinya pada menit ke-63.
Bagi Argentina, kekalahan ini tentu mengecewakan, terlebih mereka harus kehilangan beberapa pemain inti yang masih terikat kontrak dengan klub-klub Eropa. Meski demikian, penampilan mereka patut diacungi jempol, terutama dalam bertahan. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan sempat hadir di menit akhir, tetapi sayangnya winger Matias Moreno gagal mengamankan bola setelah melalui 15 fase permainan. Kegagalan itu memupus harapan tuan rumah untuk memaksakan hasil imbang.
Di sisi lain, kemenangan ini tidak sepenuhnya memuaskan bagi pelatih Rassie Erasmus. Banyaknya kesalahan dan tendangan yang tidak akurat menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi Kolisi. Kapten yang baru pulih dari cedera itu kembali mengalami masalah pada hamstringnya. "Saya harus menjalani pemindaian untuk melihat seberapa parah cederanya. Ini sangat berat, tetapi saya tidak bisa bersedih karena tidak ada yang bisa saya lakukan," ujar Kolisi seusai pertandingan.
Kolisi juga mengakui bahwa timnya belum kompak karena banyak pemain yang baru pulih dari cedera. "Kami memperkirakan pertarungan yang sulit melawan Argentina. Kekompakan kami belum terbentuk, tetapi lawan bermain sangat bersemangat dan membuat segalanya menjadi sulit. Ini persiapan yang bagus untuk menghadapi Selandia Baru," tambahnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati, terutama bagi para penggemar rugby yang mulai tumbuh di tanah air. Meski rugby belum sepopuler sepak bola, prestasi tim-tim top dunia seperti Afrika Selatan dan Selandia Baru kerap menjadi inspirasi. Cedera yang dialami Kolisi juga menjadi pengingat betapa pentingnya manajemen kebugaran pemain, sebuah pelajaran yang relevan bagi atlet Indonesia yang menekuni olahraga serupa.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain yang baru pulih dari cedera, seperti Lood de Jager, Eben Etzebeth, dan Sacha Feinberg-Mngomezulu. Mereka tampil untuk menunjukkan kebugaran mereka sebelum menghadapi All Blacks. Namun, dengan cedera yang dialami Kolisi, pelatih Erasmus harus segera mencari pengganti yang tepat. Beberapa nama seperti Pieter-Steph du Toit atau Franco Mostert bisa menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi kapten.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Kolisi akan pulih tepat waktu untuk laga pertama melawan Selandia Baru. Jika tidak, siapa yang akan memimpin Springboks? Dan yang lebih penting, apakah Afrika Selatan mampu tampil lebih solid setelah performa yang kurang meyakinkan kali ini? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



