Solidaritas di Balik Layar: Eminem dan Dr. Dre Danai Rehabilitasi Kurupt yang Nyaris Tewas Akibat Alkohol
Baca dalam 60 detik
- Kurupt, rapper era 90-an, mengalami kejang berulang dan koma tiga minggu akibat kecanduan alkohol sebelum akhirnya menjalani rehabilitasi.
- Eminem dan Dr. Dre disebut-sebut menanggung biaya perawatan Kurupt secara diam-diam, sebuah aksi solidaritas yang jarang terungkap di industri musik.
- Kisah ini menyoroti pentingnya dukungan sejawat dalam pemulihan adiksi, sekaligus membuka diskusi tentang akses layanan rehabilitasi di Indonesia.

Rapper legendaris Kurupt, yang dikenal lewat grup Tha Dogg Pound, mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami kejang berkali-kali dan koma selama tiga minggu akibat kecanduan alkohol. Di tengah kondisi kritis itu, dua nama besar industri hip-hop, Eminem dan Dr. Dre, muncul sebagai penyelamat dengan membiayai perawatannya secara penuh. Pengakuan ini disampaikan Kurupt dalam wawancara di program SiriusXM, Sway in the Morning, dan menjadi sorotan karena menunjukkan sisi solidaritas yang jarang terekspos di dunia musik.
Kurupt, yang bernama asli Ricardo Brown, menuturkan bahwa Dr. Dre adalah orang pertama yang menghubunginya saat ia berada di titik terendah. Menurut Kurupt, Dre memberikan dukungan moral dan meyakinkannya bahwa setiap orang pasti melewati masa sulit. Namun, yang lebih mengejutkan adalah langkah Eminem yang langsung bergerak praktis: ia menawarkan untuk menempatkan Kurupt di fasilitas rehabilitasi yang ia kenal, sekaligus menanggung seluruh biaya perawatan. "Em yang datang dan berkata, 'Aku akan menempatkan Kurupt bersama orang-orangku, dan aku akan mengeluarkan uang untuk membawanya ke situasi rehab di mana dia bisa duduk dan menikmati dirinya sendiri, jauh dari keramaian. Tidak ada yang akan tahu dia di sana,'" kenang Kurupt.
Tindakan Eminem ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan juga upaya menjaga privasi Kurupt di tengah perjuangannya melawan adiksi. Kurupt mengaku sangat tersentuh, apalagi Eminem menyampaikan pesan pribadi melalui Dr. Dre: "Katakan pada Kurupt, aku mencintainya." Bagi Kurupt, perhatian yang datang "begitu saja" itu terasa sangat istimewa. "Dia muncul entah dari mana. Seperti, 'OK, Kurupt sedang mengalami itu? Bam. Boom. Aku akan lakukan itu untuk dia. Katakan pada Kurupt semoga lekas sembuh, kami mencintainya,'" ujarnya menirukan Eminem.
Menariknya, Eminem sendiri bukanlah orang asing dengan perjuangan melawan adiksi. Pada Agustus 2025, ia mengaku sempat takut mati akibat kecanduan pil resep yang dimulainya saat ketenaran meledak di awal 2000-an. Dalam dokumenter "Stans", ia menceritakan siklus setan depresi dan konsumsi pil yang berujung overdosis. "Saya terbangun di rumah sakit dengan selang di tubuh saya dan tidak bisa bangun," kenangnya. Pengalaman pribadi inilah yang mungkin mendorong empatinya kepada Kurupt.
Kisah ini juga memantik pertanyaan tentang bagaimana industri musik, yang kerap glamor, sebenarnya menyimpan banyak cerita kelam tentang adiksi. Namun, di balik itu, ada pula jejaring solidaritas yang jarang terlihat. Kurupt sendiri kini telah berhasil bangkit dan kembali berkarya, membuktikan bahwa pemulihan itu mungkin. Pertanyaannya, akankah kisah ini mendorong lebih banyak figur publik untuk terbuka dan membantu mereka yang berjuang melawan adiksi, terutama di Indonesia yang masih minim sorotan terhadap isu ini?



