Farke Puji Calvert-Lewin: Striker Leeds Itu Layak Bersaing dengan Kane di Timnas Inggris
Baca dalam 60 detik
- Dominic Calvert-Lewin kembali dipanggil ke skuad Inggris setelah mencetak empat gol dalam enam laga untuk Leeds United.
- Manajer Daniel Farke menilai etos kerja dan profesionalisme Calvert-Lewin di latihan sebagai kunci kebangkitannya.
- Peluang Calvert-Lewin bersaing dengan Harry Kane di lini depan Inggris masih terbuka, menurut Farke.

Striker Leeds United, Dominic Calvert-Lewin, kembali mencuri perhatian setelah namanya masuk dalam daftar pemanggilan Timnas Inggris. Keputusan itu datang tak lama setelah ia mencetak dua gol ke gawang Newcastle United, membawa total golnya menjadi empat dalam enam pertandingan di semua kompetisi musim ini.
Manajer Leeds, Daniel Farke, menyambut positif pemanggilan tersebut. Dalam konferensi pers jelang laga melawan Crystal Palace, ia menyebut Calvert-Lewin pantas mendapatkan kesempatan itu berkat performa dan konsistensinya sejauh musim ini. "Sepenuhnya layak," ujar Farke. "Awal musim yang sempurna, mencetak gol, menampilkan performa. Dalam ritme yang baik, jelas pantas dipanggil."
Farke juga menyinggung potensi Calvert-Lewin untuk bersaing dengan Harry Kane di lini depan Inggris. Meski enggan membandingkan keduanya secara langsung, ia menegaskan bahwa Calvert-Lewin memiliki kekuatan yang bisa melengkapi Kane. "Itu terserah Thomas (Tuchel)," kata Farke. "Kane punya peluang memenangkan Ballon d'Or, telah memenangkan semua gelar. Perbandingan yang tidak adil untuk Harry yang merupakan pemain kelas dunia, tapi Dom punya kekuatan, menunjukkan konsistensi. Dia selalu berhak berada di bawah sorotan."
Menurut Farke, faktor utama di balik kebangkitan Calvert-Lewin adalah sikap profesionalnya di latihan. Pemain berusia 28 tahun itu datang ke Elland Road setelah beberapa musim dilanda cedera, tetapi kini telah menemukan kembali ritme dan kepercayaan diri. "Dia datang kepada kami setelah musim-musim sulit dengan cedera, perlu menemukan ritme dan kepercayaan pada tubuhnya," jelas Farke. "Berkembang dan sekarang jauh lebih mapan, mengambil peran kepemimpinan. Bentuknya sangat bagus."
Farke menegaskan bahwa etos kerja Calvert-Lewin di latihan adalah alasan utama ia selalu masuk dalam starting XI. "Jika dia tidak elit di latihan, saya tidak akan memainkannya. Anda bermain sebagaimana Anda berlatih. Saya ingin melihat mereka siap dan itulah yang dia berikan. Sangat profesional, menjaga tubuhnya, beban kerja tambahan. Salah satu striker terbaik di liga ini."
"Jika dia tidak elit di latihan, saya tidak akan memainkannya. Anda bermain sebagaimana Anda berlatih." โ Daniel Farke
Ketika ditanya apakah Calvert-Lewin bisa menjadi pembelian terbaik Farke sejak menangani Leeds, sang manajer enggan memberikan peringkat. Ia menyebut beberapa nama seperti Joe Rodon, Ethan Ampadu, dan Ao Tanaka sebagai rekrutan sukses dengan biaya rendah. "Sulit membandingkan," ujarnya. "Kami memiliki banyak rekrutan top dengan anggaran relatif rendah. Dia jelas salah satu bisnis terbaik kami. Jika Anda datang sebagai agen bebas, bukan berarti tanpa biaya karena gaji. Kami percaya padanya ketika tidak banyak yang percaya. Saya katakan, pasangan yang sempurna."
Calvert-Lewin dikenal sebagai predator kotak penalti murni. Hanya satu assist dalam 45 penampilan bersama Leeds menunjukkan fokusnya yang tajam di depan gawang. Musim lalu, ia mencetak 14 gol di Premier League, dan hanya enam pemain Leeds yang mampu mencetak lebih banyak dalam satu musim. Dengan performa dan sikapnya saat ini, bukan tidak mungkin ia melampaui torehan tersebut.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Calvert-Lewin bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya mentalitas dan kerja keras dalam mengatasi cedera. Di tengah kompetisi yang semakin kompetitif, pemain yang mampu menjaga profesionalisme di luar lapangan sering kali memiliki karier yang lebih panjang. Leeds United sendiri akan menghadapi Crystal Palace akhir pekan ini, dan Calvert-Lewin diprediksi kembali menjadi andalan di lini depan.
Ke depan, tantangan terbesar bagi Calvert-Lewin adalah mempertahankan konsistensi dan membuktikan bahwa pemanggilan ini bukan sekadar kebetulan. Jika ia terus mencetak gol, bukan tidak mungkin ia menjadi pilihan utama Thomas Tuchel di lini depan Inggris, bersanding dengan Kane. Akankah Calvert-Lewin mampu mengukir sejarah baru di level internasional?



