Chin Mee Chin Buka Cabang Pertama di Luar Katong, Hadirkan Menu Baru dan Jam Buka Lebih Lama
Baca dalam 60 detik
- Toko legendaris berusia 101 tahun ini akan membuka cabang kedua di Nex mall pada 8 Agustus, menandai ekspansi pertamanya di luar Katong.
- Menu baru seperti kaya custard choux au craquelin dan sandwich sambal hadir, sementara beberapa favorit lama tetap eksklusif di gerai asal.
- Langkah ini menjadi uji pasar bagi merek heritage untuk menjangkau generasi baru tanpa kehilangan identitas.

Chin Mee Chin Confectionery, toko roti legendaris asal Singapura yang telah berdiri sejak 1925, akan membuka cabang keduanya di pusat perbelanjaan Nex pada 8 Agustus mendatang. Ini merupakan langkah ekspansi pertama merek tersebut di luar rumah toko ikoniknya di Katong, sekaligus menjawab kerinduan penggemar yang selama ini hanya bisa menikmati sajian khasnya di kawasan timur Singapura.
Keputusan untuk membuka gerai baru di dekat Stasiun MRT Serangoon ini bukan tanpa pertimbangan. Ebb & Flow, grup F&B lokal yang menghidupkan kembali Chin Mee Chin pada 2021 setelah sempat tutup pada 2018, menilai Nex merupakan pusat komunitas yang ramai dan strategis. CEO Ebb & Flow, Lim Kian Chun, yang juga tetangga keluarga pendiri Tan, mengungkapkan bahwa ekspansi ini sudah lama menjadi impian keluarga. "Tahun ini kami merasa sudah memiliki tim, sistem, dan fondasi operasional yang tepat untuk mengambil langkah pertama," ujarnya kepada 8days.sg.
Berbeda dengan gerai Katong yang sarat nuansa nostalgia, cabang Nex sengaja didesain lebih kontemporer. Meski tetap mengambil inspirasi dari rumah toko bersejarah tersebut, tim desain memilih untuk tidak sekadar menyalin. "Pesona retro di Katong terasa autentik karena menyatu dengan sejarah bangunan konservasi, termasuk lantai ubin asli dari tahun 1940-an," jelas Lim. Sebagai gantinya, gerai seluas 26 kursi ini menghadirkan interpretasi modern dari pola ubin, motif garis, dan palet warna biru-krem khas Chin Mee Chin, dengan area open bakery dan coffee counter yang terlihat.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah jam operasional yang lebih panjang, hingga pukul 21.30, sehingga pelanggan bisa menikmati hidangan untuk makan malam. Namun, tradisi membakar roti dengan arang tidak dipertahankan di gerai baru karena regulasi keselamatan mal; sebagai gantinya digunakan pemanggang listrik. Meski begitu, harga sebagian besar menu tetap sejalan dengan gerai Katong. Roti isi kaya masih dijual S$2,80, kopi dan teh mulai dari S$2,20, meski paket roti panggang naik sedikit dari S$6,20 menjadi S$6,50 karena porsi minuman lebih besar.
Menu baru menjadi daya tarik utama cabang Nex. Kaya custard choux au craquelin (S$3) adalah reinterpretasi dari puff krim kaya ikonik, dengan kulit craquelin renyah berisi custard kaya buatan sendiri. Tersedia juga versi dark chocolate. Selain itu, ada jajaran sandwich baru seperti smashed fried chicken with sambal (S$10), grilled kaffir lime chicken (S$8,80), dan sambal tuna (S$7,80). Minuman anyar seperti kaya cloud kopi dan salted gula melaka cloud kopi (masing-masing S$5,50) menawarkan sentuhan baru pada kopi khas mereka.
Meski demikian, beberapa favorit lama seperti cream horns, chiffon cakes, dan cupcakes tidak ikut pindah ke Nex karena metode produksinya lebih cocok untuk gerai utama. Lim menyebutkan bahwa menu tersebut bisa menyusul kemudian jika permintaan pelanggan kuat dan operasional sudah stabil. Sementara itu, semua item baru saat ini hanya tersedia di Nex dan berpotensi diperkenalkan di Katong jika responsnya positif.
Bagi pengamat industri F&B, langkah Chin Mee Chin ini menarik untuk disimak. Ekspansi merek heritage sering kali menjadi ujian antara mempertahankan otentisitas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan memilih Nex yang notabene pusat perbelanjaan ramai, Chin Mee Chin tampaknya ingin menarik pengunjung muda dan keluarga yang mungkin belum pernah mencicipi kaya bun legendarisnya. Pertanyaannya, akankah sentuhan modern ini mengurangi daya tarik nostalgia yang selama ini menjadi identitas merek? Atau justru menjadi formula sukses untuk pertumbuhan di masa depan?



