Ipswich Town Siap Tebus Armand Lauriente, Sassuolo Pasang Harga Rp 560 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Ipswich Town resmi mengajukan penawaran pertama untuk Armand Lauriente, dengan Sassuolo mematok banderol €30 juta atau sekitar Rp 560 miliar.
- Kedatangan pemain sayap asal Prancis itu menjadi prioritas setelah Jaden Philogene dikabarkan meminta hengkang, membuka ruang bagi perombakan lini serang The Tractor Boys.
- Jika transfer ini terwujud, Ipswich akan menggenapi total belanja 10 pemain baru pada bursa musim panas ini, menandai ambisi besar mereka untuk bertahan di Premier League.

Ipswich Town memasuki babak baru dengan ambisi besar di Premier League musim 2025/2026. Klub asal Suffolk itu dikabarkan telah melayangkan tawaran perdana untuk merekrut winger Sassuolo, Armand Lauriente, menyusul permintaan transfer Jaden Philogene yang santer diberitakan. Sassuolo merespons dengan memasang harga selangit: €30 juta atau setara Rp 560 miliar.
Musim panas ini menjadi periode transisi bagi Ipswich. Kepergian manajer Kieran McKenna yang mengejutkan pada awal bursa memaksa klub mencari nakhoda baru, dan Gary O'Neil—yang sebelumnya menukangi Wolves dan Bournemouth—resmi mengambil alih. O'Neil tidak tinggal diam. Ia telah mendatangkan sejumlah nama anyar seperti Daizen Maeda, Abdul Fatawu, Issa Diop, dan rekrutan termahal klub, Emersonn. Kini, Lauriente menjadi target berikutnya untuk memperkuat lini depan.
Menurut laporan dari Italia yang dikutip Sport Witness, Ipswich telah melakukan kontak pertama untuk menanyakan ketersediaan Lauriente. Pemain berusia 27 tahun itu tampil impresif bersama Sassuolo di Serie A musim lalu dengan mencatatkan 16 kontribusi gol—rinciannya 9 assist dan 6 gol. Angka tersebut menjadikannya salah satu winger paling produktif di liga, dan Ipswich menilai pengalamannya di kompetisi elite Eropa akan menjadi aset berharga dalam upaya menghindari degradasi.
Ketertarikan Ipswich muncul di tengah kabar bahwa Philogene, pemain sayap andalan mereka, meminta hengkang. Fiorentina serta sejumlah klub dari Spanyol dan Jerman dikabarkan memantau situasinya. Penjualan Philogene berpotensi menjadi sumber dana utama untuk membiayai transfer Lauriente, yang dianggap sebagai pengganti ideal dengan profil lebih matang.
Langkah Ipswich tidak berhenti di lini serang. Klub yang baru promosi itu juga dikabarkan mencapai kesepakatan lisan untuk merekrut gelandang Burnley, Florentino Luis. Dengan tambahan dua nama tersebut, total belanja pemain anyar Ipswich pada bursa musim panas ini bisa mencapai sepuluh orang—sebuah sinyal agresivitas yang jarang terlihat dari klub promosi.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Ipswich ini menunjukkan perubahan strategi yang berani. Alih-alih hanya bertahan dengan skuad promosi, mereka memilih berinvestasi besar untuk bersaing di papan tengah. Namun, risiko finansial juga mengintai: jika gagal bertahan, beban gaji dan biaya transfer bisa menjadi bumerang. Pertanyaannya, akankah O'Neil mampu meracik semua rekrutan anyar ini menjadi tim yang solid sebelum musim dimulai?
Di Indonesia, kabar ini menarik perhatian karena menunjukkan bagaimana klub-klub Inggris kini berani menggelontorkan dana besar untuk pemain-pemain yang belum tentu dikenal luas. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang kerap kesulitan bersaing di level Asia karena keterbatasan finansial. Jika Ipswich—klub dengan sejarah panjang namun sempat terpuruk—mampu bangkit dengan strategi transfer agresif, mengapa klub Indonesia tidak bisa meniru pendekatan serupa dengan skala yang lebih kecil?
Langkah berikutnya yang dinanti adalah respons Ipswich terhadap harga yang dipatok Sassuolo. Apakah mereka akan langsung menyetujui atau mencoba menawar? Keputusan ini akan menentukan sejauh mana ambisi mereka di musim perdana kembali ke Premier League. Satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini menjadi panggung bagi O'Neil untuk membuktikan bahwa dirinya layak dipercaya memimpin era baru Ipswich Town.



