Dortmund Kian Agresif Rekrut Bakat Muda Italia: Roberto Scaglione Jadi Target Terbaru
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund dikabarkan memasuki tahap akhir negosiasi dengan Genoa untuk merekrut gelandang serang 16 tahun, Roberto Scaglione, dengan nilai transfer sekitar โฌ1 juta.
- Scaglione, yang belum pernah tampil di Serie A, sempat masuk skuad utama Genoa dua kali dan menjadi pemain termuda dalam sejarah klub yang dipanggil untuk laga Serie A.
- Jika transfer ini terwujud, Scaglione akan bergabung dengan tiga pemain muda Italia lainnya di Dortmund, memperkuat reputasi klub sebagai destinasi utama pengembangan bakat muda.

Borussia Dortmund kembali menunjukkan ambisinya sebagai salah satu klub paling agresif di Eropa dalam memburu talenta muda. Setelah sukses mengorbitkan sejumlah pemain muda Italia, klub Bundesliga itu kini dikabarkan tengah berupaya mengamankan tanda tangan Roberto Scaglione, gelandang serang berusia 16 tahun milik Genoa. Laporan dari La Gazzetta dello Sport pada Jumat (14/2) menyebut negosiasi antara kedua klub sudah berada di tahap akhir, dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai โฌ1 juta.
Scaglione, yang belum pernah merasakan menit bermain di Serie A, bukanlah nama asing di level junior. Ia sempat dua kali duduk di bangku cadangan tim utama Genoa pada musim 2024-25 di bawah asuhan Patrick Vieira. Momen bersejarahnya terjadi pada Mei tahun lalu, saat ia menjadi pemain termuda dalam sejarah Genoa yang masuk dalam daftar susunan pemain untuk laga Serie A melawan Atalanta, dalam usia 15 tahun. Meski Genoa kalah 2-3, pencapaian tersebut menegaskan potensi besar yang dimilikinya.
Keputusan Dortmund untuk mengincar Scaglione bukanlah tanpa alasan. Klub asal Ruhr ini telah lama dikenal sebagai tempat persemaian bakat muda kelas dunia, dengan rekam jejak melahirkan pemain-pemain seperti Jadon Sancho, Erling Haaland, dan Jude Bellingham. Di skuad mereka saat ini, sudah ada tiga pemain muda Italia: Filippo Mane, Luca Reggiani, dan Samuele Inacio. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi Scaglione, yang akan merasa lebih mudah beradaptasi jika pindah ke Jerman.
Bagi Genoa, melepas Scaglione tentu bukan keputusan mudah. Klub asal Liguria itu baru saja memberinya kontrak profesional pertamanya pada Januari lalu, sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan pemain muda. Namun, tawaran sebesar โฌ1 juta untuk pemain yang belum tampil di tim utama bisa menjadi godaan tersendiri, terutama bagi klub yang kerap harus menjual aset mudanya untuk menjaga keseimbangan keuangan.
Fenomena ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Sepak bola Indonesia tengah gencar mendorong pengembangan pemain muda, dengan berbagai program pembinaan yang digalakkan oleh PSSI dan klub-klub Liga 1. Keberanian klub-klub Eropa seperti Dortmund dalam merekrut pemain belia bisa menjadi pelajaran berharga: bahwa investasi pada pembinaan usia dini adalah kunci untuk melahirkan talenta kelas dunia. Jika Indonesia ingin memiliki pemain yang mampu bersaing di panggung internasional, klub-klub domestik perlu berani memberi kesempatan kepada pemain muda, sebagaimana Genoa memberi panggung kepada Scaglione.
Di sisi lain, langkah Dortmund ini juga menunjukkan tren baru di sepak bola Eropa: klub-klub besar semakin berani merekrut pemain di bawah 17 tahun dengan harga yang relatif terjangkau, kemudian mengembangkan mereka hingga menjadi aset bernilai tinggi. Strategi ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membangun identitas klub sebagai tempat yang tepat bagi pemain muda untuk berkembang.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua talenta muda mampu memenuhi ekspektasi. Banyak pemain yang gagal menembus tim utama setelah pindah ke klub besar di usia belia. Dortmund sendiri pernah mengalami kasus pemain muda yang tidak berkembang, meski lebih banyak yang sukses. Oleh karena itu, keputusan Scaglione untuk pindah harus dipertimbangkan matang-matang, termasuk faktor adaptasi dengan budaya dan gaya bermain di Bundesliga.
Jika transfer ini terwujud, Scaglione akan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Dortmund. Pertanyaannya, apakah ia mampu mengikuti jejak rekan-rekannya yang lebih dulu sukses di Signal Iduna Park? Atau justru akan menjadi contoh lain dari risiko perpindahan dini? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: mata dunia sepak bola akan tertuju pada perkembangan karier pemain muda asal Italia ini.



