DJ Wiz Meninggal Dunia: Legenda Turntablism Singapura yang Menginspirasi Generasi
Baca dalam 60 detik
- Andrew Chow, ikon DJ Singapura yang dikenal sebagai DJ Wiz, tutup usia pada 3 Agustus 2025 setelah berjuang melawan kanker lambung.
- Ia adalah tiga kali juara DMC Singapore dan resident DJ di Phuture Zouk, menjadi pionir yang membuka jalan bagi banyak DJ lokal.
- Kepergiannya meninggalkan warisan besar bagi komunitas hip-hop dan turntablism di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang kerap terinspirasi oleh kiprahnya.

Dunia musik elektronik dan hip-hop Asia Tenggara berduka. Andrew Chow, atau yang akrab disapa DJ Wiz, meninggal dunia pada Senin (3/8) di usia 63 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh putrinya, Abby Chow, kepada The Straits Times. Sang legenda mengembuskan napas terakhir dengan tenang di tengah keluarga setelah berjuang melawan kanker lambung.
Chow bukan sekadar nama dalam industri musik Singapura. Ia adalah arsitek budaya turntablism di negara kota itu, yang pengaruhnya menjalar hingga ke kancah regional. Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi resident DJ di Phuture, klub legendaris di dalam Zouk, sejak 1996 hingga awal 2010-an. Di panggung itulah ia memperkenalkan groove dan teknik mixing yang kemudian menjadi standar bagi banyak DJ muda.
Pencapaiannya di kompetisi DMC Singapore juga menjadi bukti ketajaman skill-nya. Ia berhasil merebut gelar juara tiga kali berturut-turut pada 1998, 1999, dan 2001. Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan nama-nama besar turntablism dunia, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pionir yang membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Kepergian Chow menyisakan duka mendalam, tetapi juga kebanggaan. Banyak rekan sejawat mengenangnya sebagai mentor yang tak pernah pelit berbagi ilmu. Wayne Liu, yang dikenal sebagai DJ KoFlow, menuturkan bahwa Chow adalah orang yang memberinya kesempatan pertama untuk tampil. Ironisnya, Liu justru menjadi saksi penampilan terakhir Chow di Kossa, sebuah bar di Bali Lane. Dalam unggahan Instagram-nya, Liu menuliskan rasa terima kasihnya atas segala bimbingan yang diberikan.
Kossa, tempat Chow terakhir kali beraksi, juga menyampaikan penghormatan. Mereka menyebut DJ Wiz sebagai sosok yang jauh lebih dari sekadar DJ yang dikenal para milenial saat berpesta di Zouk dan Phuture. "Dia adalah pionir sejati yang membuka jalan bagi banyak DJ di Singapura. Warisannya hidup melalui kami semua, sebagai seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan budaya hip-hop melalui DJ-ing dan turntablism," tulis mereka di media sosial.
Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai kalangan. Terence Leong, Managing Director Live Nation Taiwan, mengenang Chow sebagai pelatih terbaik yang pernah ada. "Di mana pun Anda berada, ketahuilah bahwa ada generasi yang selamanya berutang budi kepada Anda, bukan hanya untuk dekade musik yang nyata, tetapi juga sebagai pelatih terbaik yang bisa dimiliki seorang DJ, DJ terbaik yang ingin diiringi oleh seorang rapper, dan di atas segalanya, mentor yang kami butuhkan saat mulai merintis," tulisnya.
Bagi Indonesia, kepergian DJ Wiz terasa relevan. Industri musik elektronik dan hip-hop di Tanah Air banyak terinspirasi oleh perkembangan di Singapura, termasuk gaya bermain dan etos kerja para pionir seperti Chow. Banyak DJ Indonesia yang mengidolakannya, dan pengaruhnya terasa dalam cara mereka memandang turntablism sebagai seni, bukan sekadar hiburan.
Abby Chow, putri almarhum, mengungkapkan bahwa sang ayah akan dimakamkan dengan suasana yang ceria. Dress code untuk pelayat adalah "berwarna-warni dan bergaya", sesuai dengan kepribadian Chow yang dikenal stylish. Upacara terakhir ini menjadi perayaan hidup, bukan sekadar duka.
Warisan DJ Wiz tidak akan pudar. Ia telah menanamkan benih yang tumbuh subur di Singapura dan sekitarnya. Pertanyaannya, siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet untuk terus mengembangkan budaya turntablism di Asia Tenggara? Jawabannya ada pada generasi DJ yang kini berdiri di atas panggung, membawa semangat yang sama seperti yang pernah ditanamkan oleh sang legenda.



