David Burke, Dr Watson Legendaris, Tinggalkan Warisan Rp1,6 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Aktor David Burke meninggal pada 10 Mei 2025 di usia 91 tahun, meninggalkan harta senilai ยฃ77.912 (sekitar Rp1,6 miliar) kepada istri dan putranya.
- Burke dikenal sebagai Dr Watson dalam serial The Adventures of Sherlock Holmes (1984โ1986) dan memilih mundur dari musim kedua demi keluarga.
- Warisan budaya dan nilai ekonomi dari peran ikoniknya tetap relevan, termasuk potensi adaptasi Sherlock Holmes di pasar Indonesia.

Aktor kawakan Inggris David Burke, yang memerankan Dr Watson dalam serial The Adventures of Sherlock Holmes (1984โ1986), meninggal dunia pada 10 Mei 2025 dalam usia 91 tahun. Surat wasiatnya mengungkapkan total harta warisan sebesar ยฃ77.912 (sekitar Rp1,6 miliar) yang diwariskan kepada istrinya, aktris Anna Calder-Marshall (79), dan putra tunggal mereka, aktor Tom Burke (45).
Menurut laporan The Sun, Anna dan Tom ditunjuk sebagai eksekutor wasiat. Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh agensi yang mewakili Burke, Scott Marshall Partners. Warisan tersebut terbilang sederhana untuk ukuran aktor dengan karier lebih dari lima dekade, namun mencerminkan pilihan hidup Burke yang lebih mengutamakan keluarga ketimbang mengejar bayaran tinggi di industri hiburan.
Burke lahir di Liverpool pada 25 Mei 1934 dan menempuh pendidikan akting di Royal Academy of Dramatic Art (RADA). Namanya melambung lewat peran Dr Watson dalam serial Granada Television yang dibintangi Jeremy Brett sebagai Sherlock Holmes. Namun, ia menolak tawaran untuk kembali di musim kedua karena merasa bersalah meninggalkan istri dan putranya yang masih kecil saat syuting di Manchester. Keputusan itu ia ambil dengan sadar, seperti dikutip dari The Times.
โItu keputusan saya. Saya tidak hanya ingin bekerja; saya juga ingin menjadi ayah bagi Anda. Lagipula, saya mulai bosan mengucapkan, โGood heavens, Holmesโ,โ ujar Burke dalam wawancara bersama putranya.
Tom Burke mengaku sempat merasa bersalah ketika dewasa karena mengira ayahnya telah melewatkan kesempatan besar demi dirinya. Namun, David menegaskan bahwa pilihannya adalah bentuk tanggung jawab sebagai orang tua. Sikap ini jarang ditemui di industri hiburan yang kerap menuntut pengorbanan waktu bersama keluarga.
Selain Sherlock Holmes, Burke membintangi sejumlah judul populer seperti sinetron ITV Coronation Street, serial misteri Midsomer Murders, drama medis BBC Casualty, dan drama periode The Musketeers. Ia menikah dengan Anna pada 1971 dan dikaruniai Tom sepuluh tahun kemudian. Keluarga kecil ini kompak berkecimpung di dunia seni peran, menjadikan warisan Burke tidak hanya material tetapi juga jejak artistik.
Kepergian Burke meninggalkan duka mendalam bagi komunitas penggemar Sherlock Holmes. Podcast Jeremy Brett Sherlock Holmes menyampaikan penghormatan khusus, menyebut Burke sebagai sosok yang hangat dan terbuka. โIni pukulan berat bagi kami. Merupakan kehormatan bisa menghabiskan waktu bersamanya beberapa tahun lalu dan tetap menjaga komunikasi. Terima kasih, David, untuk semua yang kau berikan,โ tulis podcast tersebut.
Bagi publik Indonesia, sosok Dr Watson versi Burke mungkin tidak sepopuler Robert Downey Jr. atau Jude Law di layar lebar, tetapi bagi penikmat serial klasik BBC, penampilannya bersama Jeremy Brett dianggap sebagai adaptasi paling setia terhadap karya Sir Arthur Conan Doyle. Nilai warisan yang relatif modest juga menjadi cermin bahwa industri televisi Inggris era 1980-an tidak memberikan royalti besar seperti era streaming sekarang. Meski demikian, dedikasi Burke pada keluarga dan seni tetap menjadi teladan.
Ke depan, warisan budaya Sherlock Holmes terus hidup melalui berbagai adaptasi, termasuk potensi produksi lokal Indonesia yang kerap mengangkat kisah detektif. Akankah generasi aktor muda meniru prinsip Burke yang memilih keluarga di atas ketenaran? Atau justru sebaliknya, tuntutan industri yang semakin kompetitif akan mengubah prioritas? Waktu yang akan menjawab, tetapi kisah Burke memberi perspektif alternatif tentang arti sukses di dunia hiburan.



