London Spirit Tersingkir dari The Hundred: Rekor Penonton dan Comeback MI London di Lord's
Baca dalam 60 detik
- London Spirit menjadi tim pertama yang tersingkir dari The Hundred setelah kalah empat wicket dari MI London di Lord's.
- Rekor penonton 27.721 orang menyaksikan pertandingan grup, menandai daya tarik kompetisi kriket yang semakin populer.
- Kemenangan ini membawa MI London naik ke posisi kedua klasemen, memperbesar peluang mereka melaju ke babak knockout.

London Spirit secara resmi menjadi tim pertama yang tersingkir dari kompetisi The Hundred setelah menelan kekalahan empat wicket dari MI London di hadapan rekor penonton di Lord's, Minggu (28/7). Kekalahan ini memupus harapan Spirit untuk melaju ke babak knockout, sementara MI London justru semakin dekat dengan tiket semifinal.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu menyajikan drama hingga bola terakhir. MI London, yang mengejar target 161, sempat terpuruk dan membutuhkan 70 run dari 37 bola. Namun, penampilan impresif Sam Curran (33) dan ledakan Sikandar Raza (32 dari 16 bola) mengubah arah permainan. Raza, yang baru pertama kali tampil menggantikan Rashid Khan, melepaskan empat six sebelum akhirnya gugur saat timnya hanya butuh enam run lagi.
Kapten MI London, Nicholas Pooran, juga memberikan kontribusi penting dengan 39 run sebelum terkena run out brilian dari David Willey. Meski sempat memberikan harapan bagi Spirit, Tom Curran dan Ollie Pope, yang baru saja dipanggil kembali ke skuad Test Inggris, berhasil menyelesaikan pengejaran dengan enam bola tersisa.
Di sisi lain, London Spirit sebenarnya tampil kompetitif setelah mencetak 160-5. Lhuan-Dre Pretorius, pemain muda berusia 20 tahun, menjadi bintang dengan 52 run dari 28 bola sebelum tertangkap spektakuler oleh Will Jacks. David Willey menambahkan 31 run, sementara James Coles, pemain termahal di lelang tahun ini, mencetak 30 run tidak terkalahkan. Namun, inkonsistensi kembali menghantui tim asuhan Andy Flower, yang hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam pertandingan.
Kemenangan ini membawa MI London naik ke posisi kedua klasemen, memperkuat peluang mereka melaju ke babak knockout. Sementara itu, rekor penonton 27.721 orang di Lord's menjadi bukti bahwa The Hundred semakin diminati publik, tidak hanya di Inggris tetapi juga secara global.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kompetisi The Hundred menawarkan format yang lebih singkat dan dinamis, mirip dengan T20, sehingga mudah diikuti. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, turnamen seperti ini bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal olahraga yang tengah berkembang pesat di Asia Selatan dan Inggris.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah MI London mampu mempertahankan performa ini hingga babak final. Sementara bagi London Spirit, musim yang mengecewakan ini menjadi bahan evaluasi besar, terutama dalam hal konsistensi dan strategi di momen-momen krusial.



