Man United Bidik Osimhen: Langkah Tepat atau Perjudian Baru di Lini Serang?
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan memantau Victor Osimhen sebagai target utama bursa transfer musim panas, dengan nilai klausul sekitar ยฃ65 juta.
- Kedatangan striker asal Nigeria itu berpotensi menggeser peran Benjamin Sesko yang baru satu musim memperkuat tim, meski statistik Osimhen lebih unggul di liga dan Eropa.
- Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan transfer klub di bawah INEOS, sekaligus menjawab kritik soal efektivitas belanja besar musim lalu.

Manchester United kembali dikaitkan dengan Victor Osimhen, striker Galatasaray yang disebut-sebut menjadi target utama lini serang mereka pada bursa transfer musim panas ini. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa klub asal Manchester itu siap menggelontorkan dana sekitar ยฃ65 juta untuk memboyong pemain asal Nigeria tersebut, sebuah langkah yang bisa mengubah komposisi tim asuhan Michael Carrick.
Ketertarikan ini muncul di tengah tekanan untuk segera mengakhiri puasa gelar Premier League yang sudah berlangsung 13 tahun. Meski Carrick sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan hanya dua kekalahan dalam 17 laga setelah menggantikan Ruben Amorim, kebutuhan akan penyerang haus gol tetap menjadi prioritas. Musim lalu, United sudah menggelontorkan lebih dari ยฃ200 juta untuk mendatangkan Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko, namun hasilnya belum sepenuhnya memuaskan.
Sesko, yang diboyong dari RB Leipzig dengan biaya ยฃ74 juta, sebenarnya tampil cukup impresif dengan mencetak 11 gol di Premier League dan menjadi top skor bersama tim. Ia juga mencatatkan 1,9 tembakan tepat sasaran per 90 menit, terbaik di klub, serta memenangkan 53% duel udara. Namun, manajemen INEOS tampaknya belum puas dan ingin menghadirkan sosok yang lebih berpengalaman di pentas Eropa.
Osimhen, yang kini berusia 27 tahun, memiliki rekam jejak mentereng dengan mencetak dua digit gol dalam delapan musim beruntun. Musim lalu, ia mencetak empat gol lebih banyak daripada Sesko meski bermain lebih sedikit, dengan akurasi tembakan yang menempatkannya di tiga persen teratas penyerang Eropa. Keunggulan lainnya adalah produktivitasnya di Liga Champions, dengan 14 gol dalam 22 penampilan terakhir, jauh melampaui catatan Sesko.
Keputusan untuk merekrut Osimhen tentu berdampak pada masa depan Sesko. Pemain Slovenia itu bisa tersingkir ke bangku cadangan, meski ada yang menilai hal ini justru positif karena ia bisa belajar dari striker berpengalaman. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah langkah ini tepat di tengah kebutuhan mendesak di posisi lain? Beberapa pendukung menilai United seharusnya fokus memperkuat lini tengah atau bek kanan yang juga krusial.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini menarik karena Osimhen adalah salah satu pemain yang kerap menjadi langganan berita transfer, dan kepindahannya ke klub sebesar United akan meningkatkan pamor Liga Inggris di mata penggemar Tanah Air. Selain itu, persaingan ketat dengan Tottenham dan Chelsea untuk mendapatkan tanda tangannya menambah dramatisasi bursa transfer musim panas ini.
Jika transfer ini terealisasi, United akan mendapatkan striker dengan naluri gol tajam dan pengalaman Eropa yang melimpah. Namun, risiko finansial dan adaptasi selalu ada. Pertanyaannya, akankah Osimhen menjadi jawaban atas kerinduan gelar yang sudah lama dinanti, atau justru menjadi beban baru di tengah tekanan ekspektasi yang tinggi? Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi kebijakan transfer INEOS dan kemampuan Carrick meramu tim.



