Era Guardiola Usai, Semenyo Yakin Maresca Pertahankan DNA Manchester City
Baca dalam 60 detik
- Antoine Semenyo menilai filosofi Enzo Maresca tidak jauh berbeda dengan Pep Guardiola, sehingga transisi kepelatihan di Manchester City diperkirakan berjalan mulus.
- Maresca, yang pernah menjadi asisten Guardiola, dihadapkan pada tantangan mempertahankan standar juara setelah ditinggalkan pelatih legendaris asal Spanyol itu.
- Kedatangan Maresca membawa angin segar bagi skuad City, termasuk Semenyo yang optimistis timnya tetap kompetitif di semua ajang musim depan.

Manchester City memasuki babak baru tanpa Pep Guardiola, dan winger Antoine Semenyo menilai transisi tersebut tidak akan mengubah wajah permainan tim. Dalam wawancara dengan Reuters di sela acara Ahmad Tea di Hong Kong, pemain asal Ghana itu menyebut Enzo Maresca, pengganti Guardiola, memiliki pendekatan yang nyaris serupa dengan pendahulunya.
Guardiola resmi mundur pada Mei setelah sepuluh tahun menghuni Etihad Stadium, meninggalkan warisan enam gelar Premier League. Maresca, yang pernah menjadi asisten Guardiola selama satu musim, kembali ke City setelah sempat menangani Chelsea dan Leicester City. Bersama The Foxes, ia sukses membawa tim promosi ke Premier League, sementara di Chelsea ia mempersembahkan gelar Piala Dunia Antarklub.
Bagi Semenyo, kedekatan Maresca dengan ekosistem City Group menjadi nilai tambah. "Dia sudah mengenal klub ini, jadi tidak ada yang asing. Semua hanya perlu beradaptasi dan percaya pada filosofinya, yang tidak jauh dari apa yang diterapkan Pep musim lalu," ujarnya. Pemain berusia 26 tahun itu juga menegaskan bahwa para pemain menikmati awal kerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut.
Musim lalu, City finis sebagai runner-up Premier League namun tetap mengangkat trofi FA Cup dan Piala Liga. Semenyo, yang bergabung dari Bournemouth pada Januari, menjadi bagian penting dari skuad. Sebelum pindah, ia mencetak 10 gol dalam 21 penampilan di paruh pertama musim 2025-26, kemudian menambah 11 gol dalam 27 laga di semua kompetisi bersama City.
Perjalanan karier Semenyo dalam setahun terakhir penuh dinamika. Ia memulai musim di bawah asuhan Andoni Iraola di Bournemouth, yang dikenal dengan pressing ketat, sebelum kemudian dilatih Guardiola yang lebih mengedepankan penguasaan bola. Kini, ia harus kembali beradaptasi dengan gaya Maresca. "Saya tidak punya pilihan selain menyesuaikan diri. Dengan Iraola, semua tentang etos kerja; dengan Pep, lebih ke dominasi bola. Maresca ternyata mirip dengan Pep, jadi saya rasa tidak banyak perubahan," jelasnya.
Semenyo juga menyampaikan apresiasinya terhadap Guardiola, yang dianggapnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. "Setiap hari, rapat-rapatnya, perhatian terhadap detail, dan cara mengelola pemain sungguh luar biasa. Dia banyak membantu saya dalam lima-enam bulan itu," kenangnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa masa depan klub tetap cerah di bawah Maresca.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergantian pelatih di klub sebesar Manchester City selalu menarik dicermati, terutama karena banyak pemain Asia Tenggara yang mengikuti perkembangan Premier League. Kehadiran Maresca, yang dikenal dengan pendekatan taktis ala Guardiola, diharapkan mampu menjaga daya saing City di pentas Eropa. Pertanyaannya, akankah Maresca mampu keluar dari bayang-bayang Guardiola dan membawa City meraih gelar lagi? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya.



