Rosie O'Donnell Buka Suara soal Ketegangan dengan Whoopi Goldberg di The View
Baca dalam 60 detik
- Rosie O'Donnell mengaku diminta kembali ke The View, tetapi ragu karena hubungannya dengan Whoopi Goldberg pernah memanas.
- Ketegangan dipicu insiden kecil seperti salah waktu memotong iklan, meski keduanya sempat akrab di luar studio.
- Keputusan comeback bergantung pada dinamika baru di belakang layar, bukan sekadar permintaan dari produser.

Rosie O'Donnell, komedian dan presenter Amerika Serikat, mengakui bahwa tawaran untuk kembali menjadi panelis di acara bincang-bincang The View sebenarnya sudah beberapa kali dilayangkan oleh pihak stasiun televisi ABC. Namun, ia masih gamang menerimanya lantaran mengingat pengalaman kurang menyenangkan bersama rekannya, Whoopi Goldberg, pada periode terakhirnya menjadi pembawa acara di program tersebut.
Perempuan berusia 64 tahun itu tercatat mengisi kursi panelis The View pada musim 2006–2007 dan 2014–2015. Penampilannya kerap dinilai menghibur dan menjadi favorit penonton. Kendati demikian, di balik layar, hubungannya dengan Whoopi—yang dikenal luas lewat film Sister Act—ternyata tidak semulus yang terlihat di layar kaca.
Dalam wawancara terbaru di podcast The Tangle, Rosie mengungkapkan bahwa pada penampilan terakhirnya, ia merasakan adanya ketegangan dengan Whoopi. "Saat saya di sana terakhir kali, saya mengalami masa yang cukup menegangkan dengan Whoopi," ujarnya. Meski begitu, ia tetap mengagumi pencapaian Whoopi yang termasuk dalam kelompok langka peraih gelar EGOT—pemenang Emmy, Grammy, Oscar, dan Tony—yang hanya dimiliki oleh 28 seniman di dunia.
Rosie menganalogikan dinamika mereka seperti dua pemain basket legendaris, Scottie Pippen dan Michael Jordan, yang saling mengoper bola sebelum menembak. Namun, pada praktiknya, kerja sama itu tidak berjalan mulus. "Saya pikir mungkin dia merasa wilayahnya terusik, padahal saya sama sekali tidak berniat demikian. Saya hanya melakukan sesuai cara yang saya pahami," tuturnya. Ia menambahkan, "Saya tidak ingin kembali dan membuat suasana menjadi canggung."
Menariknya, ketegangan itu muncul meskipun sebelum syuting musim 2014, Rosie sempat berkunjung ke rumah Whoopi dan menikmati makan siang yang hangat. "Saya pikir saya akan masuk dengan aman, tapi ternyata tidak sejak hari pertama," kenangnya. Salah satu insiden yang membuat Whoopi kesal adalah ketika Rosie memotong pembicaraan Whoopi untuk masuk ke iklan komersial. "Itu kesalahan saya, saya akui," kata Rosie.
Meski demikian, Rosie menegaskan bahwa ia dan Whoopi telah berusaha melupakan kejadian tersebut. "Kami sudah berusaha melewatinya karena kami sama-sama perempuan dewasa. Dia adalah perempuan yang mendukung sesama perempuan, begitu juga saya," pungkasnya. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa peluang rekonsiliasi masih terbuka, meski tidak ada jaminan keduanya akan kembali bekerja sama di layar kaca.
Kabar ini menarik perhatian penggemar acara talk show di Indonesia, mengingat The View memiliki basis penonton yang cukup besar di sini melalui platform streaming. Dinamika konflik antar-host sering menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, bahkan memicu diskusi tentang profesionalisme di dunia hiburan. Bagi pengamat media, kasus Rosie–Whoopi menjadi contoh bagaimana ego dan gaya komunikasi yang berbeda dapat memengaruhi kelangsungan sebuah program.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah ABC akan mengambil langkah untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua tokoh ini demi menghadirkan musim baru yang lebih harmonis. Atau justru Rosie akan memilih jalur aman dengan menolak tawaran tersebut demi menjaga hubungan baik yang sudah mulai membaik? Keputusan Rosie dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu, sekaligus ujian bagi kemampuan The View dalam mengelola dinamika antar-personalnya.



