Newcastle Kebut Negosiasi Datangkan Winger Feyenoord, Rekrutan Pertama Era Jaissle?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dilaporkan tengah bernegosiasi dengan Feyenoord untuk merekrut winger asal Aljazair, Anis Hadj-Moussa, yang dihargai sekitar 37 juta euro.
- Pelatih anyar Newcastle, Matthias Jaissle, dikabarkan menjadi penggerak utama di balik upaya transfer ini karena kekagumannya pada pemain berusia 24 tahun tersebut sejak masih menukangi Al-Ahli.
- Jika kesepakatan terwujud, Hadj-Moussa akan menjadi rekrutan outfield perdana yang signifikan di era kepelatihan Jaissle, sekaligus memperkuat sektor sayap yang ditinggalkan Anthony Gordon.

Newcastle United dikabarkan telah membuka pembicaraan intensif dengan Feyenoord untuk mengamankan jasa winger internasional Aljazair, Anis Hadj-Moussa. Langkah ini diyakini sebagai sinyal awal dari era kepelatihan Matthias Jaissle, yang disebut-sebut sangat mengagumi pemain berusia 24 tahun tersebut.
Kabar ini mencuat di tengah gejolak besar di St James' Park. Setelah pengunduran diri mendadak Eddie Howe, manajemen Newcastle bergerak cepat menunjuk Jaissle, mantan pelatih Al-Ahli, sebagai pengganti. Pelatih asal Jerman itu diharapkan membawa angin segar dan mulai membentuk skuad sesuai visinya, dengan Hadj-Moussa menjadi target prioritas pertamanya.
Menurut laporan yang dikutip dari Sport Witness, Newcastle tengah berdiskusi dengan Feyenoord mengenai nilai transfer pemain yang disebut mencapai 37 juta euro atau sekitar Rp640 miliar. Ketertarikan ini bukan tanpa alasan. Hadj-Moussa tampil impresif bersama tim asal Rotterdam itu, dengan torehan 14 gol dan tujuh assist dalam 40 penampilan di semua kompetisi pada musim 2025/2026. Catatan itu pula yang mengantarnya masuk skuad Aljazair untuk Piala Dunia 2026.
Ketertarikan Jaissle pada Hadj-Moussa sebenarnya sudah berlangsung lama. Saat masih menangani Al-Ahli di Liga Pro Saudi, ia sempat mencoba memboyong pemain yang juga bisa beroperasi di sisi kiri tersebut. Namun, kesepakatan tak pernah terwujud. Kini, keinginan itu kembali menguat, dan Newcastle tampaknya siap memfasilitasi ambisi sang pelatih anyar.
Langkah ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan Newcastle di sektor sayap setelah kepergian Anthony Gordon ke Barcelona. Sebelumnya, klub sudah mendatangkan winger muda Bazoumana Toure, namun manajemen tampaknya belum merasa cukup. Hadj-Moussa, dengan kecepatan, kreativitas, dan naluri golnya, dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut.
Persaingan untuk mendapatkan Hadj-Moussa pun tidak mudah. Sebelumnya, rival sekota Newcastle, Sunderland, dikabarkan sempat melakukan pendekatan. Namun, Newcastle diyakini berada di posisi terdepan berkat hubungan personal Jaissle dengan sang pemain. Bahkan, Hadj-Moussa sendiri pernah mengungkapkan preferensinya untuk bermain di Inggris jika hengkang dari Feyenoord. Faktor ini bisa menjadi penentu dalam negosiasi.
Legenda Feyenoord, Robin van Persie, yang pernah menangani Hadj-Moussa, menyebutnya sebagai pemain spesial dan penting. Pujian ini menegaskan kualitas yang dimiliki pemain jebolan akademi Lens tersebut. Perjalanan kariernya yang melewati Patro Eisden dan Vitesse sebelum bersinar di Eredivisie menunjukkan kurva perkembangan yang positif.
Bagi Newcastle, mendatangkan Hadj-Moussa bukan hanya soal menambah amunisi serangan, tetapi juga investasi jangka panjang. Dengan usia yang masih relatif muda dan potensi yang terus berkembang, ia bisa menjadi pilar penting dalam proyek ambisius Jaissle di St James' Park. Pertanyaannya, akankah kedua klub mencapai kata sepakat di tengah bursa transfer yang kian menipis? Jika ya, Hadj-Moussa akan menjadi pernyataan niat pertama yang serius dari era baru Newcastle.



