Kontroversi Transfer Casemiro: Klaim LA Galaxy vs Inter Miami Memanas
Baca dalam 60 detik
- Manajer umum LA Galaxy, Will Kuntz, mengungkap bahwa Casemiro sempat menyatakan hanya ingin bermain untuk timnya sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Miami.
- MLS tengah menyelidiki dugaan pelanggaran aturan discovery rights dalam perekrutan gelandang asal Brasil tersebut.
- Kesepakatan antara kedua klub telah tercapai, namun detailnya baru akan dipublikasikan setelah investigasi selesai.

Kontroversi seputar kepindahan Casemiro ke Inter Miami kian memanas setelah manajer umum LA Galaxy, Will Kuntz, mengungkap bahwa gelandang asal Brasil itu sempat menyatakan hanya ingin bermain untuk timnya. Pernyataan ini muncul di tengah investigasi Major League Soccer (MLS) terkait proses transfer pemain berusia 34 tahun tersebut dari Manchester United pada Juli lalu.
Casemiro, yang telah mengoleksi lima gelar Liga Champions, bergabung dengan Inter Miami dengan status bebas transfer dan menandatangani kontrak hingga akhir musim MLS 2027, dengan opsi perpanjangan hingga Juni 2029. Kepindahannya langsung memicu sorotan, terutama karena LA Galaxy sebelumnya memegang hak prioritas (discovery rights) atas pemain tersebut. Aturan discovery rights di MLS memberikan hak kepada klub tertentu untuk menjadi prioritas pertama dalam merekrut pemain yang diinginkan, sebuah mekanisme yang tidak dikenal di sepak bola Eropa.
Kuntz, yang berbicara kepada media setelah pertandingan LA Galaxy melawan Dallas, mengungkapkan bahwa Casemiro pernah menghubunginya dan menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Galaxy. Namun, dua bulan kemudian, pemain yang juga pernah membela Real Madrid itu justru memilih Inter Miami. "Memang benar Casemiro menelepon dan mengatakan bahwa ia selalu ingin bermain untuk Inter Miami. Itu juga benar terjadi dua bulan setelah ia memberi tahu kami bahwa ia hanya ingin bermain untuk Galaxy," ujar Kuntz, seperti dikutip BBC Sport.
MLS mengumumkan penyelidikan atas penandatanganan Casemiro oleh Inter Miami hanya beberapa menit setelah transfer tersebut diumumkan. Liga menyatakan sedang mengumpulkan informasi terkait dan akan menahan komentar hingga penyelidikan selesai. Sementara itu, kedua klub telah mencapai kesepakatan terkait hak prioritas untuk merekrut Casemiro, namun rincian kesepakatan tersebut baru akan dipublikasikan setelah investigasi dugaan pelanggaran aturan selesai.
Casemiro sendiri sebelumnya telah membantah adanya masalah dengan LA Galaxy. Ia menegaskan bahwa ia telah menyampaikan dengan jelas keinginannya untuk bergabung dengan Inter Miami. "Pada akhirnya, Miami adalah kota yang saya cintai. Istri, anak-anak, dan saya selalu berada di sini saat libur. Kami mengenal kota ini," kata Casemiro. "Ketika saya berbicara dengan Galaxy, saya sudah menjelaskan dengan sangat jelas tim mana yang ingin saya bela di MLS, yaitu Inter Miami, karena proyeknya, harapannya, dan tentu saja untuk bermain dengan pemain terbaik sepanjang masa."
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dua klub besar MLS dan pemain bintang yang baru saja bergabung dengan Lionel Messi. Inter Miami, yang kini diperkuat Messi, tengah membangun tim yang ambisius untuk bersaing di papan atas. Sementara itu, LA Galaxy merasa dirugikan karena kehilangan pemain yang sebelumnya mereka incar. Situasi ini juga menyoroti kompleksitas regulasi MLS yang berbeda dengan liga-liga Eropa, di mana aturan discovery rights sering kali menjadi sumber perselisihan antar klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini memberikan gambaran tentang bagaimana regulasi transfer di liga-liga top dunia bisa menjadi rumit dan penuh intrik. Meski PSSI dan Liga 1 memiliki regulasi sendiri, kasus seperti ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap aturan dalam setiap proses transfer pemain.
Hingga berita ini ditulis, BBC Sport telah mencoba menghubungi agen Casemiro dan Inter Miami untuk memberikan komentar, namun belum ada tanggapan. Dengan investigasi yang masih berlangsung, publik menantikan hasil akhir dari kasus ini. Apakah Inter Miami akan terbukti melanggar aturan, atau justru LA Galaxy yang harus menerima kenyataan? Pertanyaan ini masih menggantung, dan keputusan MLS akan menjadi preseden penting bagi masa depan transfer pemain di liga tersebut.



