Yan Diomande Kembali Berlatih, RB Leipzig Tepis Isu Transfer
Baca dalam 60 detik
- Winger asal Pantai Gading itu telah pulih dari sakit dan bergabung kembali dengan skuad RB Leipzig di kamp pelatihan Austria.
- Direktur olahraga Marcel Schäfer secara tegas membantah kabar kepindahan Diomande yang santer beredar, menegaskan pemainnya masih terikat kontrak.
- Kepulangan Diomande menjadi suntikan moral bagi Leipzig menjelang laga perdana DFB-Pokal melawan Eintracht Trier pada 22 Agustus.

RB Leipzig mendapat kabar baik di tengah persiapan musim 2026/27: Yan Diomande, winger andalan asal Pantai Gading, telah kembali mengikuti latihan setelah pulih dari sakit. Pemain yang musim lalu menjadi mesin gol dengan torehan 12 gol dan delapan assist dalam 33 penampilan Bundesliga itu sempat tertinggal di Saalfelden, Austria, tempat rekan-rekannya menjalani pemusatan latihan. Kini, ia siap memulai persiapan penuh bersama skuad asuhan Martín Demichelis.
Kabar ini tentu melegakan publik Leipzig. Diomande merupakan salah satu aktor kunci di balik keberhasilan tim finis di posisi ketiga klasemen Bundesliga musim lalu, yang mengantarkan mereka kembali ke Liga Champions setelah absen setahun. Kehadirannya di lapangan latihan menjadi sinyal bahwa skuad akan tampil dengan kekuatan penuh pada musim yang akan datang.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, muncul pula spekulasi transfer yang sempat mengganggu konsentrasi. Beberapa pihak mengklaim bahwa kesepakatan kepindahan Diomande telah tercapai. Menanggapi hal ini, Direktur Olahraga Marcel Schäfer angkat bicara di sela-sela kamp latihan. "Beberapa hari lalu, ada satu atau dua yang menyebut diri pakar transfer mengatakan kesepakatan sudah selesai. Padahal tidak demikian," ujarnya, Selasa (16/8/2026). "Yan masih terikat kontrak dengan kami. Dia pemain kami."
Pernyataan Schäfer ini menjadi tamparan bagi para pengamat yang terlalu cepat berspekulasi. Leipzig tampaknya bertekad mempertahankan aset berharganya, mengingat Diomande masih memiliki kontrak yang panjang. Keputusan ini juga menunjukkan ambisi klub untuk bersaing di level tertinggi, baik di domestik maupun Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Diomande bukanlah nama asing bagi penggemar Bundesliga, dan performanya yang konsisten menjadikannya salah satu pemain sayap paling ditakuti di Eropa. Jika Leipzig benar-benar mempertahankannya, maka persaingan di papan atas Bundesliga musim depan diprediksi semakin sengit. Namun, jika suatu saat ia hengkang, klub-klub kaya seperti Bayern Munich atau raksasa Inggris bisa saja mengajukan tawaran yang sulit ditolak.
Dengan kembalinya Diomande, Leipzig kini memiliki skuad yang hampir lengkap untuk menghadapi musim baru. Pertanyaan besarnya adalah: apakah ia akan tetap bertahan hingga bursa transfer ditutup, atau akankah ada kejutan di menit-menit akhir? Yang jelas, pernyataan Schäfer telah meredam sementara spekulasi yang beredar.



