Tom Bischof Siap Jadi 'Pemain Serba Bisa' Bayern Munchen demi Pertahankan Gelar Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Gelandang muda Bayern Munchen, Tom Bischof, menyatakan kesiapannya dimainkan di posisi mana pun oleh pelatih Vincent Kompany demi tim.
- Bischof mengawali pramusim dengan impresif, termasuk mencetak gol penalti, dan kini bersiap menghadapi laga uji coba melawan Aston Villa di Hong Kong.
- Bayern Munchen akan memulai musim dengan laga Supercup melawan Borussia Dortmund sebelum melakoni partai perdana Bundesliga melawan VfB Stuttgart.

Gelandang muda Bayern Munchen, Tom Bischof, menegaskan kesiapannya untuk ditempatkan di posisi mana pun oleh pelatih Vincent Kompany demi membantu tim mempertahankan gelar juara Bundesliga musim 2026/27. Pemain berusia 21 tahun itu mengaku tidak masalah jika harus bermain sebagai gelandang bertahan, bek sayap, atau bahkan penjaga gawang.
Pernyataan tersebut disampaikan Bischof usai tampil sebagai starter dalam kemenangan uji coba 2-1 atas Jeju United. "Saya tahu ada rencana memainkan saya sebagai gelandang bertahan di tengah, tetapi pelatih tahu saya terbuka untuk apa pun. Jika dia membutuhkan saya di kiri, kanan, atau di gawang—tidak masalah, saya akan siap!" ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Bischof, yang direkrut dari Hoffenheim pada musim panas 2025, mengaku menikmati pengalaman bermain di berbagai posisi sepanjang musim pertamanya di Bayern. Sebelumnya, ia sempat mengungkapkan bahwa bermain sebagai bek kiri dan kanan adalah hal yang "menyenangkan" selain peran utamanya sebagai gelandang sentral. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi Kompany yang kerap melakukan rotasi pemain di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Dalam laga melawan Jeju, Bischof digantikan oleh Joshua Kimmich pada menit ke-61. Sebelumnya, ia juga mencetak gol penalti saat Bayern kalah 2-1 dari Wehen Wiesbaden pada laga uji coba pertama, 25 Juli lalu. Kini, skuad juara bertahan mulai diperkuat kembali oleh para pemain yang tampil di Piala Dunia 2026. Bischof menyambut positif kembalinya rekan-rekan setimnya. "Senang rasanya semua kembali, dan terlihat kami semakin baik dari waktu ke waktu," katanya.
Bayern Munchen akan melanjutkan tur Asia dengan menghadapi Aston Villa, juara Liga Europa, di Hong Kong pada Jumat (kick-off 13.00 WIB). Laga ini menjadi bagian dari persiapan menuju musim baru. Setelah itu, armada Kompany akan menghadapi Borussia Dortmund pada final Piala Super Franz Beckenbauer, 22 Agustus, sebelum memulai kampanye Bundesliga melawan VfB Stuttgart pada 28 Agustus.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub sebesar Bayern memberikan kepercayaan kepada pemain muda untuk berkembang. Bischof, yang masih berusia 21 tahun, menjadi contoh bahwa fleksibilitas posisi adalah kunci untuk bertahan di klub top Eropa. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi para pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di luar negeri: kemampuan beradaptasi dan kemauan belajar adalah modal utama.
Dengan jadwal padat yang menanti, pertanyaan besarnya adalah apakah Kompany akan konsisten memberikan menit bermain kepada Bischof di posisi gelandang bertahan, atau justru memanfaatkannya sebagai pemain pelapis serbaguna. Keputusan ini akan menentukan seberapa besar kontribusi pemain asal Jerman itu dalam upaya Bayern mempertahankan supremasi mereka di Bundesliga.



