Negosiasi Gaji Buntui Sekuel Barbie: Robbie dan Gosling Belum Sepakat, Hak Cipta Bisa Kembali ke Mattel
Baca dalam 60 detik
- Rencana sekuel Barbie terhambat karena perundingan bayaran Margot Robbie dan Ryan Gosling dengan Warner Bros. belum mencapai kata sepakat.
- Tawaran terakhir yang diajukan pada Mei ditolak para aktor, sementara CEO Warner Bros. Discovery menilai paket kompensasi terlalu mahal.
- Jika kesepakatan tak kunjung tercapai sebelum Desember, hak produksi film akan kembali ke Mattel, mengancam kelanjutan waralaba.

Produksi sekuel film fenomenal Barbie terancam mandek. Negosiasi antara Warner Bros. dan dua bintang utamanya, Margot Robbie serta Ryan Gosling, gagal mencapai kesepakatan soal nilai kontrak. Padahal, tenggat waktu yang dimiliki studio untuk mengamankan hak produksi semakin menipis.
Menurut laporan The New York Times, pembicaraan telah berlangsung berbulan-bulan. Warner Bros. menawarkan kenaikan gaji di muka serta bagi hasil keuntungan jika film mencapai target box office tertentu. Gosling disebut meminta bayaran 20 juta dolar AS, angka yang dinilai terlalu tinggi oleh David Zaslav, CEO Warner Bros. Discovery. Zaslav menolak menandatangani kesepakatan karena menganggap paket kompensasi itu terlalu boros.
Penolakan itu membuat tawaran terakhir yang diajukan pada Mei lalu ditolak para aktor. Hingga kini, belum ada tawaran balasan dari kubu Robbie dan Gosling. Situasi ini kian pelik karena hak adaptasi film Barbie akan kembali ke Mattel, perusahaan mainan asal Amerika, pada Desember mendatang jika tidak ada perjanjian baru. Artinya, Warner Bros. hanya punya waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan negosiasi.
Pam Abdy dan Michael De Luca, ketua bersama studio, mengakui kesulitan tersebut. Mereka menyatakan telah mengajukan sejumlah tawaran besar untuk mewujudkan sekuel, namun belum ada titik temu. Sementara itu, sutradara Greta Gerwig dikabarkan sudah memiliki konsep cerita untuk Barbie 2, tetapi enggan membagikannya sebelum kontrak resmi ditandatangani. Pada Oktober 2023, dalam sesi tanya jawab yang dimoderatori Judd Apatow, Gerwig mengungkapkan kekhawatirannya jika ide dibocorkan terlalu awal justru akan merusak kualitas film.
Kebuntuan ini menjadi sorotan di industri hiburan global, termasuk di Indonesia. Kesuksesan Barbie yang meraup lebih dari 1,4 miliar dolar AS di box office dunia menjadikannya fenomena budaya. Bagi penggemar di Tanah Air, sekuel yang tertunda berarti harus bersabar lebih lama. Namun, di sisi lain, konflik seperti ini kerap menjadi strategi negosiasi yang alot, dan sering kali berujung pada kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.
Para analis memperkirakan Warner Bros. tidak akan membiarkan waralaba sebesar ini lepas begitu saja. Meski Zaslav dikenal sebagai eksekutif yang ketat dalam pengeluaran, potensi keuntungan dari sekuel Barbie terlalu besar untuk diabaikan. Di sisi lain, Robbie dan Gosling memiliki posisi tawar kuat setelah kesuksesan film pertama. Pertanyaannya, sejauh mana kedua belah pihak bersedia berkompromi?
Jika kesepakatan tercapai, penggemar bisa berharap syuting dimulai tahun depan. Namun, jika buntu, Mattel bisa mengambil alih dan mencari mitra produksi baru. Apakah Barbie 2 akan tetap menjadi milik Warner Bros., atau justru pindah rumah? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: negosiasi ini akan menjadi salah satu yang paling dinanti di Hollywood.



