Casemiro Resmi Gabung Inter Miami: 'Rasa Lapar Gelar Tak Pernah Hilang'
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Brasil berusia 34 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2027 dengan opsi perpanjangan, setelah dilepas Manchester United.
- Kedatangannya memicu penyelidikan MLS atas dugaan pelanggaran aturan discovery, meski Inter Miami dan LA Galaxy telah mencapai kesepakatan.
- Casemiro mengaku termotivasi untuk menambah koleksi trofi, dan kehadirannya memperkuat skuad Inter Miami yang sudah diperkuat Lionel Messi.

Gelandang veteran asal Brasil, Casemiro, resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Inter Miami pada Kamis (30/7) waktu setempat. Dalam sesi perkenalan yang digelar di markas klub, pemain berusia 34 tahun itu menegaskan bahwa api persaingan dan hasrat untuk meraih gelar tidak pernah padam meski ia memutuskan meninggalkan panggung sepak bola Eropa.
Kepindahan Casemiro ke Major League Soccer (MLS) menandai babak baru dalam karier gemilangnya. Sebelumnya, ia menghabiskan hampir satu dekade di Real Madrid dengan mempersembahkan lima gelar Liga Champions, kemudian pindah ke Manchester United dan membantu Setan Merah meraih Piala Liga dan Piala FA. Kini, ia menandatangani kontrak berdurasi hingga musim 2027, dengan opsi perpanjangan hingga Juni 2029.
Dalam kesempatan tersebut, Casemiro tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga Mas, David Beckham, serta seluruh pihak yang memfasilitasi kepindahannya. Ia juga secara khusus menyebut Lionel Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa, dan mengaku merasa terhormat bisa bermain satu tim dengan megabintang asal Argentina itu.
"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh keluarga Mas, David Beckham, dan semua orang yang berusaha membawa saya ke sini. Dan, tentu saja, Leo Messi โ yang terbaik dalam sejarah. Suatu kehormatan bagi saya berada di sini," ujar Casemiro dalam konferensi pers perkenalannya.
Meski telah berusia kepala tiga, Casemiro menegaskan bahwa motivasinya untuk terus menjadi yang terbaik tidak berkurang. Ia mengaku tetap haus akan kemenangan dan siap memberikan dedikasi penuh di lapangan. "Niat saya untuk menjadi yang terbaik dan menang tidak pernah hilang. Dalam sepak bola, kita tidak tahu apakah akan menang atau kalah, tetapi dedikasi dan kerja keras saya akan tetap sama," katanya.
Keputusan Casemiro memilih Inter Miami bukan tanpa alasan. Ia mengaku bersama keluarga sudah lama menginginkan bermain di kota Miami dan merasa betah dengan suasana di Amerika Serikat. "Keluarga saya dan saya tahu bahwa saya ingin bermain untuk Inter Miami. Kami mengenal kota dan negaranya โ kami menyukai tempat ini," tuturnya. Debutnya bersama The Herons pun berjalan mulus, saat ia turun dalam kemenangan 1-0 atas Montreal pada akhir pekan lalu.
Di balik kemeriahan kedatangan Casemiro, terdapat isu regulasi yang tengah diselidiki oleh MLS. Liga sedang memeriksa dugaan pelanggaran aturan terkait hak discovery pemain. Menurut aturan MLS, klub yang ingin merekrut pemain di luar jalur draft atau agen bebas harus bernegosiasi dengan klub yang sebelumnya memegang hak discovery atas pemain tersebut. Dalam kasus ini, LA Galaxy diketahui memegang hak discovery Casemiro sebelum ia memilih bergabung dengan Inter Miami.
MLS mengonfirmasi bahwa Inter Miami dan LA Galaxy telah mencapai kesepakatan soal hak prioritas discovery, namun rincian kesepakatan tersebut baru akan diumumkan setelah investigasi selesai. Liga belum merinci potensi sanksi atau jadwal penyelidikan. Menanggapi hal ini, pemilik Inter Miami, Jorge Mas, membantah bahwa klubnya melakukan negosiasi ilegal. Ia menjelaskan bahwa proses transfer berjalan sesuai prosedur, dan pihaknya baru berkomunikasi dengan perwakilan Casemiro setelah mendapat lampu hijau dari MLS.
Mas juga mengkritik pemberitaan media yang dinilainya tidak akurat mengenai aturan Discovery List yang bersifat rahasia. Menurutnya, klub dan pemain tidak mengetahui daftar pemain yang dimiliki klub lain. "Departemen olahraga kami tidak tahu pemain mana yang ada di daftar klub lain. Kami tidak tahu apakah pemain itu ada di daftar, dan mereka (pemain) juga tidak tahu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Inter Miami baru mengetahui Galaxy memegang hak discovery setelah menghubungi MLS.
Lebih lanjut, Mas mengungkapkan bahwa jika klub pemegang hak discovery mengundurkan diri, MLS memiliki mekanisme sebesar 50.000 dolar AS yang memungkinkan klub lain berbicara dengan pemain. Namun, jika klub asli membuat tawaran yang sah, mereka dapat mempertahankan hak atas pemain tersebut. "Kami tidak berbicara dengannya (Casemiro) sebelumnya. Kami bernegosiasi dengan LA Galaxy dan mencapai kesepakatan," tegas Mas. Ia juga mengaku telah berupaya mengubah aturan discovery selama dua tahun terakhir karena dinilai tidak menguntungkan klub maupun pemain.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan Casemiro ke MLS menjadi sinyal bahwa liga Amerika Serikat semakin serius dalam menarik pemain-pemain bintang dunia. Langkah ini juga memperkuat daya tarik MLS di kawasan Asia, termasuk Indonesia, yang selama ini mengikuti perkembangan Liga Inggris dan Spanyol. Kehadiran nama-nama besar seperti Messi dan Casemiro tentu akan meningkatkan popularitas liga dan berpotensi menarik minat penonton Indonesia untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Casemiro akan beradaptasi dengan ritme permainan MLS yang lebih fisik dan padat jadwal. Akankah ia mampu mempertahankan performa puncaknya dan membawa Inter Miami meraih gelar perdana di kompetisi domestik? Atau justru kehadirannya akan menjadi batu loncatan bagi pemain muda di sekitarnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: semangat juang Casemiro tidak akan pernah surut.



