Wiebes Kembali Menang di Etap Dua Tour de France Femmes, Kokoh di Puncak Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Belanda Lorena Wiebes memenangkan sprint etap kedua Tour de France Femmes di Jenewa, memperpanjang keunggulan di klasemen umum.
- Kemenangan ini menjadi yang ketujuh baginya di ajang tersebut dan yang pertama saat mengenakan jersey kuning, berkat kerja keras tim SD Worx-Protime.
- Wiebes unggul 14 detik atas Kimberley Le Court, dengan Demi Vollering tertinggal dua detik lagi, menjelang etap ketiga yang menantang ke Poligny.

Pembalap Belanda Lorena Wiebes kembali menunjukkan dominasinya di Tour de France Femmes dengan memenangkan etap kedua yang berakhir di Jenewa, Minggu (2/8). Kemenangan sprint ini sekaligus memperpanjang keunggulannya di klasemen umum, menegaskan statusnya sebagai favorit utama dalam perebutan jersey kuning tahun ini.
Wiebes, yang membela tim SD Worx-Protime, melesat dari tengah rombongan pada 200 meter terakhir dan tak terbendung hingga garis finis. Ia menuntaskan rute sepanjang 147,9 kilometer dari Aigle dengan catatan waktu yang impresif, meninggalkan para pesaingnya seperti Elisa Balsamo dari Italia yang finis kedua, serta Marianne Vos yang berusia 39 tahun di posisi ketiga. Kemenangan ini menjadi yang ketujuh baginya di ajang ini, namun yang pertama saat mengenakan jersey kuning sebagai pemimpin klasemen.
"Saya tahu bahwa saya harus mencari jalur sendiri. Saya menemukan roda yang bagus dan bisa meluncur keluar sekitar 200 meter sebelum finis, lalu saya tinggal meluncurkan sprint," ujar Wiebes usai balapan, seperti dikutip dari Channel News Asia. Ia juga mengapresiasi kerja keras timnya yang berhasil mengejar Riejanne Markus yang sempat mencoba melarikan diri sendirian. "Memenangkan balapan dengan jersey kuning tentu spesial, tetapi juga karena tim kami bekerja sangat keras untuk ini. Para gadis mengejar dengan kecepatan penuh di akhir untuk membawa kembali Riejanne Markus, jadi lebih indah untuk menyelesaikannya dengan jersey kuning."
Dengan tambahan bonus waktu 10 detik, Wiebes kini unggul 14 detik atas Kimberley Le Court dari Mauritius, sementara pemenang edisi 2023, Demi Vollering, tertinggal dua detik lagi di posisi ketiga. Selisih waktu yang tipis ini menjanjikan persaingan ketat pada etap-etap berikutnya, terutama karena rute pegunungan akan segera dimulai.
Etap kedua ini sebenarnya sempat diwarnai aksi nekat Riejanne Markus yang mencoba solo breakaway. Ia berhasil memimpin hingga satu menit, namun usaha heroiknya pupus ketika peleton mengejarnya di bawah 500 meter menjelang finis. Wiebes, yang merupakan pemenang klasifikasi poin tahun lalu, memang selalu diunggulkan dalam sprint massal seperti ini.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, aksi Wiebes ini menjadi tontonan menarik, meski belum ada pembalap Indonesia yang tampil di ajang sebesar ini. Namun, popularitas Tour de France Femmes yang meningkat pesat bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan balap sepeda putri di tanah air. Federasi Olahraga Sepeda Indonesia (ISSI) sendiri tengah gencar mempromosikan balap sepeda wanita, dan ajang seperti ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan minat dan pembinaan atlet putri.
Ke depan, tantangan terbesar bagi Wiebes adalah mempertahankan jersey kuning saat balapan memasuki etap pegunungan. Kemampuannya dalam sprint mungkin tidak akan banyak membantunya di tanjakan, sehingga ia harus mengandalkan tim untuk mengontrol balapan. Pertanyaannya, akankah ia mampu bertahan hingga akhir pekan depan di Alpe d'Huez, atau akankah pendaki seperti Vollering mengambil alih? Kita tunggu saja aksinya di etap ketiga yang akan berlangsung Senin (3/8) dari Jenewa ke Poligny.



