Reusser Rebut Kaus Kuning Tour de France Femmes, Vollering Terancam
Baca dalam 60 detik
- Marlen Reusser memenangkan etape 4 time trial dan merebut kaus kuning dari Sigrid Haugset.
- Keunggulan 14 detik atas Demi Vollering membuat persaingan menuju podium semakin ketat.
- Etape berikutnya yang menanjak akan menjadi ujian bagi para pendaki, termasuk Vollering.

Juara dunia time trial, Marlen Reusser, sukses merebut kaus kuning Tour de France Femmes setelah memenangi etape keempat yang berupa perlombaan individu melawan waktu, Selasa (4/8). Pebalap Swiss dari tim Movistar itu menuntaskan rute sepanjang 21 kilometer dari Gevrey-Chambertin ke Dijon dalam waktu 27 menit 30 detik, sekaligus menggeser Sigrid Haugset dari posisi puncak klasemen umum.
Kemenangan ini bukan sekadar soal kecepatan. Reusser, yang kini unggul 14 detik atas mantan juara Demi Vollering, menunjukkan bahwa ia serius menargetkan gelar juara umum tahun ini. "Saya sangat, sangat bahagia... ini pertama kalinya Tour de France benar-benar menjadi target utama saya tahun ini," ujar pebalap berusia 34 tahun itu. Pernyataan ini menegaskan ambisinya yang sudah lama dipendam, setelah sebelumnya lebih sering menjadi kuda pacu bagi rekan setim.
Persaingan di etape ini berlangsung sengit. Lieke Nooijen, pebalap Visma-Lease a Bike, sempat menjadi ancaman dengan mencatat waktu 27 menit 34 detik. Namun Reusser memulai dengan agresif, melewati titik antara 20 detik lebih cepat dari Nooijen. Pada kilometer akhir, Reusser mampu mempertahankan kecepatannya dan finis empat detik lebih cepat. Sementara itu, Vollering yang memulai lebih awal, berusaha keras mengejar di kilometer terakhir namun harus puas finis 18 detik di belakang Reusser.
Di sisi lain, Haugset yang merebut kaus kuning setelah kemenangan solo spektakuler pada Senin, justru tampak kelelahan. Ia kehilangan lebih dari tiga menit dari Reusser dan turun ke peringkat keempat klasemen, di belakang Cedrine Kerbaol asal Prancis. Kehilangan dua menit lebih dari selisih awalnya menunjukkan bahwa mempertahankan performa di Tour adalah tantangan tersendiri.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, persaingan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana strategi dan konsistensi berperan penting. Meski belum ada pebalap Indonesia di level ini, ajang seperti Tour de France Femmes bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan balap sepeda wanita di tanah air, yang mulai menunjukkan peningkatan.
Etape kelima yang akan digelar Rabu (5/8) berupa rute berbukit sepanjang 140 kilometer dari Macon ke Belleville-en-Beaujolais. Ini akan menjadi ujian pertama bagi para pendaki, termasuk Vollering yang dikenal kuat di tanjakan. Reusser, yang lebih dominan di dataran, harus berjuang mempertahankan kaus kuningnya. Apakah ia mampu bertahan, atau justru Vollering yang akan merebut kembali kendali? Persaingan menuju podium masih sangat terbuka.



