Sejarah Baru Singapura: Shanti Pereira Lolos ke Final 200m Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Shanti Pereira menjadi pelari Singapura pertama yang menembus final individu sprint Commonwealth Games setelah finis ketiga di semifinal 200m dengan catatan waktu 22,81 detik.
- Pencapaian ini menegaskan dominasinya di kawasan Asia Tenggara, setelah sebelumnya menyabet dua emas SEA Games dan menjadi juara Asian Games 2023.
- Final 200m putri akan berlangsung Sabtu pagi waktu Singapura, membuka peluang Pereira untuk menambah koleksi prestasi internasionalnya.

Shanti Pereira mencatatkan namanya dalam buku sejarah atletik Singapura setelah menjadi warga negara pertama yang lolos ke babak final nomor lari individu di ajang Commonwealth Games. Pelari berusia 27 tahun itu memastikan tiket ke final 200 meter putri setelah finis ketiga di semifinal dengan torehan waktu 22,81 detik, yang sekaligus menjadi catatan terbaiknya musim ini.
Bertanding di Scotstoun Stadium, Glasgow, Kamis (30/7) waktu setempat, Pereira harus puas menempati posisi ketiga di heat-nya. Namun, waktu yang dicetaknya cukup untuk mengamankan tempat sebagai salah satu dari delapan pelari tercepat secara keseluruhan. Sistem kualifikasi menetapkan bahwa dua pelari teratas dari masing-masing tiga semifinal otomatis melaju, ditambah dua pelari dengan waktu tercepat berikutnya. Pereira menjadi salah satu dari dua pelari 'lucky loser' tersebut.
"Setelah melewati dua balapan sebelumnya, saya tahu masih ada tenaga lebih yang bisa dikeluarkan. Saya yakin bisa tampil lebih baik hari ini," ujar Pereira usai perlombaan. "Bisa tembus di bawah 23 detik, saya sangat bahagia. Ini sudah lama saya nantikan."
Pereira sebelumnya mencatat waktu 23,00 detik di babak penyisihan pada Rabu, yang saat itu menjadi rekor musimnya. Peningkatan signifikan di semifinal menunjukkan bahwa ia berada dalam performa puncak menjelang final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu pagi waktu Singapura.
Pereira bukanlah nama baru di kancah atletik Asia. Ia adalah juara bertahan Asian Games 2023 di nomor 200 meter, serta pemegang rekor nasional Singapura untuk jarak 100m (11,20 detik) dan 200m. Di SEA Games 2023, ia menjadi wanita Singapura pertama yang meraih dwigelar sprint (100m dan 200m) dalam satu edisi. Prestasi serupa ia ulangi di SEA Games 2025 di Thailand, dengan catatan waktu 11,36 detik di 100m dan kemenangan di 200m beberapa hari kemudian.
Di nomor 100 meter, Pereira juga menunjukkan taji dengan lolos ke semifinal setelah mencatat waktu 11,24 detikโhanya terpaut 0,04 detik dari rekor nasionalnya. Konsistensi ini menempatkannya sebagai salah satu sprinter wanita terkuat di Asia Tenggara, bahkan Asia.
Bagi Indonesia, pencapaian Pereira menjadi pengingat akan pentingnya investasi pada atletik dasar. Meskipun Indonesia belum memiliki pelari sekaliber Pereira di nomor sprint, prestasi atlet Singapura ini bisa menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda Tanah Air yang berlaga di SEA Games maupun Asian Games. Persaingan di level regional semakin ketat, dan Singapura telah membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, atlet Asia Tenggara mampu bersaing di panggung Commonwealth Games yang diikuti negara-negara persemakmuran Inggris.
Final 200 meter putri akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Pereira. Ia akan berhadapan dengan Adaejah Hodge yang tampil dominan dengan rekor Games, serta sprinter-sprinter tangguh dari Jamaika, Nigeria, dan Inggris. Pertanyaannya, mampukah Pereira memecahkan rekor nasionalnya sendiri (22,57 detik) dan merebut medali? Atau setidaknya, finis di posisi terhormat yang akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai ikon atletik Singapura?



