John Stones Resmi ke Inter Milan: Bek Tangguh yang Tak Pernah Surut
Baca dalam 60 detik
- Bek timnas Inggris John Stones menandatangani kontrak dua tahun dengan Inter Milan secara gratis setelah kontraknya di Manchester City habis.
- Kepindahan ini mengakhiri satu dekade penuh trofi Stones di City, termasuk enam gelar Premier League dan satu Liga Champions.
- Inter Milan, yang baru saja meraih Scudetto ke-21, mendapatkan tambahan pengalaman di lini belakang menjelang musim baru Serie A.

John Stones resmi berseragam Inter Milan. Bek tengah berusia 32 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua musim dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Manchester City berakhir pada akhir Juni lalu. Keputusan ini mengakhiri perjalanan panjang Stones di Etihad Stadium yang dipenuhi dengan rentetan trofi bergengsi.
Stones meninggalkan City setelah sepuluh musim penuh prestasi. Bersama The Citizens, ia mengoleksi enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dua Piala FA, lima Piala Liga, tiga Community Shield, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super UEFA. "Saya telah menjalani semua mimpi saya," ujar Stones dalam pernyataan resmi yang dirilis klub.
Ketertarikan terhadap Stones tidak datang dari satu arah. Sejak statusnya sebagai pemain bebas transfer, sejumlah klub besar Eropa seperti Chelsea dan Juventus dikabarkan meminati jasanya. Namun, Inter Milan yang paling cepat bergerak dan berhasil mengamankan tanda tangannya. Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas Nerazzurri untuk memperkuat lini pertahanan tanpa biaya transfer, hanya mengeluarkan gaji dan bonus tanda tangan.
Inter Milan sendiri baru saja meraih gelar Serie A untuk ke-21 kalinya musim lalu. Mereka akan memulai musim baru dengan menjamu Monza, tim promosi, pada 22 Agustus mendatang. Kehadiran Stones diharapkan bisa menjadi pilar penting di belakang, menggantikan atau bersaing dengan bek-bek senior seperti Francesco Acerbi dan Alessandro Bastoni.
Stones memulai karier profesionalnya di Barnsley sebelum pindah ke Everton pada 2013. Dua tahun berselang, City menebusnya dengan mahar ยฃ47,5 jutaโangka yang saat itu menjadikannya salah satu bek termahal di dunia. Kini, setelah satu dekade gemilang, ia memilih petualangan baru di Italia. Keputusan ini juga menjadi angin segar bagi Serie A yang terus berbenah untuk bersaing dengan liga-liga top Eropa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perpindahan Stones ke Inter Milan menambah daya tarik Serie A yang semakin kompetitif. Dengan hadirnya pemain sekaliber Stones, persaingan di lini belakang Inter diprediksi semakin ketat. Apakah Stones mampu beradaptasi dengan cepat di Italia dan membantu Inter mempertahankan Scudetto? Atau justru ia akan menjadi pelapis di bawah bayang-bayang bek-bek senior? Musim depan akan menjadi jawabannya.



