Kebakaran Hutan di Kreta Memakan Korban: Dua Petugas Pemadam Tewas
Baca dalam 60 detik
- Ribuan warga dan wisatawan dievakuasi dari pantai selatan Kreta saat kobaran api mendekati pemukiman dan resor populer.
- Dua petugas pemadam kebakaran terjebak di jalan pegunungan dan tewas akibat perubahan arah angin yang tiba-tiba, sementara satu petugas lainnya meninggal saat memadamkan api di lokasi terpisah.
- Bencana ini menyoroti kerentanan kawasan wisata Mediterania terhadap kebakaran hutan yang diperparah oleh perubahan iklim, menjadi pelajaran bagi Indonesia yang juga rawan kebakaran lahan.

Kebakaran hutan yang melanda Pulau Kreta, Yunani, memaksa ribuan orang mengungsi dan merenggut nyawa tiga petugas pemadam kebakaran. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana terparah di musim panas tahun ini, mengancam kawasan wisata populer di selatan pulau tersebut.
Otoritas setempat melaporkan bahwa kobaran api yang dipicu oleh suhu ekstrem dan angin kencang telah melalap lahan kering dengan cepat. Penjaga pantai melakukan evakuasi besar-besaran pada Rabu (30/7) setelah api mendekati desa-desa pesisir. Rekaman yang dirilis polisi pelabuhan menunjukkan warga dan turis bergegas meninggalkan pantai Triopetra, salah satu destinasi favorit di Kreta.
Dua petugas pemadam kebakaran tewas setelah terjebak di jalan pegunungan dekat desa Krya Vrysi. Perubahan arah angin yang tiba-tiba membuat mereka tidak bisa menyelamatkan diri. "Hari yang kelam," ujar seorang pejabat setempat, Lioni, menggambarkan suasana duka. Sementara itu, seorang petugas lainnya meninggal dunia saat memadamkan api di wilayah Gytheio, Semenanjung Peloponnese, dalam kejadian terpisah.
Kebakaran ini menambah daftar panjang bencana alam yang melanda kawasan Mediterania dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli mengaitkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan dengan perubahan iklim, yang menyebabkan musim panas lebih kering dan panas. Yunani sendiri telah mengalami gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, menciptakan kondisi ideal bagi api untuk menyebar.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di musim kemarau. Meskipun skala dan penyebabnya berbeda—kebakaran di Indonesia lebih sering dipicu oleh praktik pembukaan lahan—dampaknya terhadap kesehatan, ekonomi, dan lingkungan tidak kalah serius. Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran, termasuk melalui teknologi satelit dan patroli darat, namun tantangan tetap besar.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah negara-negara seperti Yunani dan Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap ancaman kebakaran yang semakin sering terjadi. Investasi dalam sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas petugas pemadam, dan edukasi publik menjadi kunci untuk mengurangi risiko. Tanpa langkah konkret, bencana serupa diprediksi akan terus berulang dengan dampak yang lebih luas.



