Mancini Kembali ke Timnas Italia: Optimisme di Tengah Keraguan
Baca dalam 60 detik
- Roberto Mancini resmi memulai periode kedua sebagai pelatih Italia, didampingi presiden FIGC dan direktur teknis.
- Konferensi pers mengungkap rencana jangka pendek dan panjang, termasuk prioritas pembenahan skuad.
- Kembalinya Mancini memicu optimisme, namun tantangan regenerasi pemain masih menjadi pekerjaan rumah.

Roberto Mancini secara resmi memulai babak baru sebagai pelatih kepala Timnas Italia setelah diperkenalkan dalam konferensi pers bersama Presiden FIGC Giovanni Malagรฒ dan direktur teknis Claudio Ranieri. Momen ini menjadi penanda dimulainya era kedua pelatih berusia 59 tahun tersebut, yang sebelumnya sukses membawa Italia juara Euro 2020.
Dalam kesempatan itu, Mancini memaparkan visinya untuk membangun kembali skuad Azzurri yang gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan hanya tampil biasa di Euro 2024. Ia menekankan pentingnya peremajaan tim tanpa meninggalkan identitas permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya. โKami harus berani memberi kesempatan kepada pemain muda, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan pengalaman,โ ujarnya.
FIGC sendiri menaruh harapan besar pada kembalinya Mancini. Presiden Malagรฒ menyebut bahwa keputusan ini diambil setelah melalui diskusi panjang, mengingat kegagalan di dua turnamen terakhir. Sementara itu, Ranieri, yang kini menjabat direktur teknis, akan mendukung Mancini dalam pengembangan pemain muda dan strategi jangka panjang.
Namun, kembalinya Mancini juga menyisakan tanda tanya. Beberapa pengamat menilai bahwa kegagalan di masa lalu sebagian disebabkan oleh ketidakmampuan regenerasi pemain. Selain itu, persaingan di level klub Serie A yang semakin ketat membuat pemain muda Italia sulit mendapat menit bermain. โIni bukan soal pelatih, tapi soal ekosistem sepak bola Italia yang perlu dibenahi,โ kata analis sepak bola Italia, Lorenzo Bettoni.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih asing juga menghadapi tantangan serupa: bagaimana memadukan pemain naturalisasi dengan talenta lokal. Model pembinaan Italia, terutama dalam hal akademi dan kompetisi usia muda, bisa menjadi referensi. Apalagi, PSSI tengah gencar membenahi sistem pembinaan usia dini.
Ke depan, Mancini dijadwalkan memimpin Italia dalam laga uji coba melawan tim-tim Eropa pada jeda internasional Maret mendatang. Pertandingan itu akan menjadi ujian awal apakah optimisme yang dibangun mampu menjawab keraguan publik. Akankah Mancini mampu mengulang sukses Euro 2020, atau justru kembali terjerat masalah yang sama?



