Eala Kalahkan Osaka, Melaju ke Final Washington Open: Siap Tantang Pegula
Baca dalam 60 detik
- Petenis Filipina Alexandra Eala menaklukkan Naomi Osaka 6-4, 6-2 di semifinal Washington Open, menembus final pertamanya di level WTA Tour.
- Kemenangan ini memastikan Eala naik ke peringkat 24 dunia, pencapaian tertinggi dalam kariernya, setelah mengawali tahun di luar 50 besar.
- Di partai puncak, Eala akan berhadapan dengan Jessica Pegula, yang memuji Eala sebagai 'masa depan tur' dan unggul dalam rekor pertemuan sebelumnya.

Alexandra Eala, petenis muda asal Filipina, memastikan langkahnya ke partai final Washington Open setelah menundukkan mantan petenis nomor satu dunia, Naomi Osaka, dengan skor telak 6-4, 6-2 pada Sabtu (2/8) waktu setempat. Kemenangan ini bukan sekadar membuka peluang gelar WTA pertamanya, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan di sirkuit tenis putri.
Eala, yang memulai musim ini di luar jajaran 50 besar, kini dipastikan meroket ke peringkat 24 dunia—posisi tertinggi sepanjang kariernya. Pencapaian ini menjadi buah dari konsistensi penampilannya sepanjang tahun, termasuk enam kemenangan atas pemain top-10. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia menghentikan langkah Iga Swiatek di Wimbledon Juli lalu, sekaligus menjadi petenis Filipina pertama di era Open yang mencapai babak keempat sebuah grand slam.
Di Washington, perjalanan Eala tidak mudah. Ia harus melewati unggulan kedua Elina Svitolina dan juara bertahan Leylah Fernandez sebelum melibas Osaka. Melawan Osaka, servis Eala menjadi senjata utama; ia memenangkan 71% poin pada servis pertama dan hanya kehilangan empat poin di belakang servis kedua. Perbaikan signifikan pada sektor ini diakui Eala sebagai kunci perkembangannya. "Saya sekarang lebih lengkap. Kondisi fisik saya juga lebih baik," ujarnya. "Saya bermain sangat baik, punya mentalitas kuat, dan tetap fokus sampai akhir."
Di sisi lain, Jessica Pegula, calon lawan Eala di final, juga menunjukkan mental juara. Tertinggal 2-5 di set pertama, ia bangkit untuk mengalahkan Diana Shnaider asal Rusia dengan skor 7-5, 6-4. Ini akan menjadi final kedua Pegula di Washington. Menariknya, kedua petenis pernah bertemu di semifinal Miami Open tahun lalu, dan Pegula menang dalam tiga set ketat. Namun, Eala diyakini telah berkembang pesat sejak saat itu, dan Pegula sendiri memberikan pujian tinggi: "Dia adalah masa depan tur."
Bagi Indonesia, kebangkitan Eala menjadi cermin bahwa petenis Asia Tenggara mampu bersaing di level tertinggi. Prestasinya diharapkan memacu perkembangan tenis di kawasan, termasuk Indonesia yang memiliki potensi besar namun masih minim wakil di tur internasional. Keberhasilan Eala juga menunjukkan bahwa pembinaan usia dini dan dukungan federasi dapat mengantarkan atlet ke panggung dunia.
Sementara itu, di sektor putra, final akan mempertemukan Taylor Fritz, unggulan ketiga asal Amerika, dengan bintang muda Spanyol Rafael Jodar. Fritz melaju setelah mengalahkan Brandon Nakashima dengan 13 ace, sedangkan Jodar—yang memulai tahun di peringkat 165 dan akan masuk 20 besar—menaklukkan Alejandro Tabilo dalam pertarungan tiga set. Pertandingan final putri dijadwalkan berlangsung Minggu, dan publik tenis dunia akan menyaksikan apakah Eala mampu mengukir sejarah sebagai juara WTA pertama dari Filipina, atau Pegula yang kembali menunjukkan kelasnya.


