Film Nolan Dongkrak Jumlah Pemain Assassin's Creed Odyssey: Lonjakan 134% di Xbox
Baca dalam 60 detik
- Pemain Assassin's Creed Odyssey hampir dua kali lipat dalam sepekan setelah perilisan film The Odyssey karya Christopher Nolan.
- Lonjakan tertinggi terjadi di Xbox dengan kenaikan 134%, didukung oleh ketersediaan game di layanan berlangganan.
- Data ini menjadi modal bagi Ubisoft untuk mempertimbangkan versi remaster atau sekuel baru seri Odyssey.

Film epik garapan Christopher Nolan, The Odyssey, yang tengah tayang di bioskop dan diperkirakan akan menembus pendapatan USD 1 miliar, secara tak terduga mendorong lonjakan pemain Assassin's Creed Odysseyโgame besutan Ubisoft yang dirilis delapan tahun lalu. Data dari Alina Analytics menunjukkan basis pemain game tersebut hampir dua kali lipat dalam sepekan terakhir, dengan peningkatan paling mencolok sebesar 134% di platform Xbox.
Fenomena ini terjadi berkat sinergi antara popularitas film yang mengangkat latar Yunani kuno dan strategi Ubisoft yang menawarkan Assassin's Creed Odyssey melalui layanan berlangganan Xbox Game Pass dan PlayStation Plus. Promosi di media sosial turut memperkuat efek tersebut, mendorong pemain lama untuk kembali menjelajahi dunia terbuka Yunani yang direkonstruksi secara historis dalam game.
Menurut Rhys Elliot, analis di Alina Analytics, film Nolan tidak serta-merta mendorong jutaan orang untuk membeli game yang sudah berusia delapan tahun, tetapi berhasil menghidupkan kembali minat komunitas pemain secara signifikan. โData ini memberikan amunisi kuat bagi Ubisoft untuk suatu saat merilis AC Odyssey Resynced,โ ujarnya, merujuk pada kemungkinan versi remaster atau sekuel baru.
Bagi Indonesia, tren ini menarik karena menunjukkan bagaimana konten budaya pop globalโbaik film maupun gameโdapat saling menguatkan. Industri game Tanah Air, yang terus berkembang, bisa memetik pelajaran tentang pentingnya kolaborasi lintas media dan pemanfaatan platform berlangganan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, minat terhadap sejarah dan mitologi Yunani yang dipicu film Nolan juga berpotensi meningkatkan popularitas game-game berlatar serupa di kalangan pemain Indonesia.
Ke depan, kesuksesan ini membuka peluang bagi Ubisoft untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi waralaba Assassin's Creed dengan latar sejarah yang kaya. Pertanyaan yang muncul: akankah Ubisoft segera mengumumkan proyek Odyssey Resynced atau justru memanfaatkan momentum ini untuk menggarap judul baru yang mengambil setting peradaban klasik lainnya?



