Tottenham Siap Caplok Marcus Rashford: Harga Rp500 Miliar, Gaji Jadi Batu Sandungan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan serius mengejar Marcus Rashford di bursa transfer musim panas ini, dengan Manchester United disebut siap melepasnya di angka 30 juta poundsterling.
- Gaji Rashford yang mencapai 325 ribu pound per pekan menjadi hambatan utama, mengingat struktur upah Tottenham yang lebih ketat dan enggan memberikan pengecualian.
- Jika terealisasi, kepindahan ini bisa mengubah peta persaingan Premier League musim depan, terutama dengan hadirnya pelatih anyar Roberto De Zerbi yang dikenal jitu memoles pemain sayap.

Marcus Rashford, penyerang sayap Manchester United, kembali menjadi sorotan bursa transfer. Kali ini, Tottenham Hotspur secara mengejutkan disebut-sebut sebagai destinasi potensial bagi pemain internasional Inggris tersebut. Spekulasi ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan Rashford di Old Trafford, yang kian memanas menjelang penutupan jendela transfer.
Rashford, yang telah membela Manchester United sejak usia dini dan menembus tim utama pada 2016, memang tengah berada di fase kritis kariernya. Meski sempat menunjukkan performa gemilang pada musim 2022/2023 dengan 30 gol di semua kompetisi, konsistensinya kerap terganggu oleh cedera dan pergantian pelatih. Alhasil, spekulasi soal kepergiannya dari Old Trafford terus bergulir, dan Tottenham kini muncul sebagai kuda hitam.
Menurut jurnalis transfer talkSPORT, Alex Crook, Tottenham bisa menjadi pemain serius dalam perburuan Rashford. "Saya pikir jika dia pergi ke London, saya akan mengawasi Tottenham. Saya bisa melihat kesepakatan itu terjadi, Roberto De Zerbi percaya dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Rashford," ujar Crook. Ia menambahkan bahwa Manchester United kemungkinan akan menerima tawaran sekitar 30 juta poundsterling (sekitar Rp585 miliar).
Namun, ada satu batu sandungan besar: gaji Rashford. Dengan upah mencapai 325 ribu poundsterling per pekan, Tottenham harus berpikir ulang. Klub asal London Utara itu dikenal disiplin dalam struktur gaji dan enggan memberikan pengecualian besar. Crook menekankan bahwa Rashford tampaknya tidak bersedia menerima pemotongan gaji, sehingga negosiasi diprediksi alot.
Di sisi lain, kehadiran Roberto De Zerbi sebagai manajer baru Tottenham memberikan harapan. Pelatih asal Italia itu memiliki reputasi dalam mengoptimalkan potensi pemain sayap, seperti yang ia lakukan terhadap Kaoru Mitoma di Brighton. Rashford, yang bisa bermain di tiga posisi depan, dinilai cocok dengan skema De Zerbi yang agresif dan berbasis penguasaan bola.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Jika Rashford benar-benar pindah ke Tottenham, persaingan Premier League musim depan akan semakin sengit. Apalagi, Tottenham juga tengah bernegosiasi dengan Manchester City untuk mendatangkan Savinho, yang menunjukkan ambisi klub untuk bersaing di papan atas.
Manchester United sendiri enggan memperkuat rival langsung tanpa kompensasi finansial yang menggiurkan. Namun, dengan harga 30 juta poundsterling yang tergolong murah untuk pemain sekaliber Rashford, United mungkin tergoda untuk melepasnya demi menghindari kehilangan secara gratis di masa depan. Pertanyaan besarnya: apakah Tottenham bersedia mematahkan kebijakan gaji demi Rashford?



