Gideon Mensah Ambil Alih Peninggalan Legendaris: Punggung 14 Milik Jonas Hector di Cologne
Baca dalam 60 detik
- Bek kiri asal Ghana, Gideon Mensah, resmi mengenakan nomor punggung 14 yang sebelumnya dipakai legenda Cologne, Jonas Hector, setelah hengkang dari Auxerre.
- Nomor 14 memiliki bobot sejarah besar di klub, kosong sejak pensiunnya Hector pada Mei 2023 setelah 347 penampilan dan 11 tahun mengabdi.
- Mensah siap memikul tanggung jawab dan berharap bisa tampil perdana di DFB-Pokal akhir Agustus sebelum menjalani debut Bundesliga melawan Hoffenheim.

Gideon Mensah, pemain anyar FC Cologne asal Ghana, tidak ragu memikul beban sejarah ketika ia memilih nomor punggung 14—nomor yang identik dengan legenda klub Jonas Hector. Keputusan ini tidak hanya soal angka, melainkan komitmen untuk melanjutkan warisan pemain yang menjadi ikon selama lebih dari satu dekade.
Mensah bergabung dengan Cologne dari klub Prancis Auxerre pada awal Agustus 2024. Nomor 14 kosong sejak Hector pensiun pada Mei 2023 setelah menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Die Geißböcke—sebutan untuk Cologne—dengan total 347 penampilan kompetitif. Hector juga memperkuat Timnas Jerman di EURO 2016 dan Piala Dunia 2018. "Saya tahu nomor ini punya nilai historis bagi klub. Saat Anda datang sebagai pemain baru dan mengenakan 14, ada tanggung jawab besar. Saya siap," ujar Mensah, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, cerita Mensah bisa menjadi cermin betapa pentingnya budaya klub di Eropa. Bundesliga, yang disiarkan langsung di Indonesia, sering menampilkan kisah-kisah seperti ini—nomor punggung bukan sekadar identitas, melainkan simbol loyalitas dan ekspektasi. Tidak ada pemain Indonesia di skuad Cologne saat ini, tetapi perjalanan karier pemain Afrika seperti Mensah kerap menjadi inspirasi bagi talenta muda Tanah Air yang bercita-cita merumput di Benua Biru.
Mensah sendiri bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Sebelum ke Auxerre, ia sempat membela Red Bull Salzburg dan dipinjamkan ke Sturm Graz, serta tampil di Liga Champions. Di level internasional, ia menjadi andalan timnas Ghana, termasuk saat tampil di Piala Dunia 2022 Qatar. Pengalaman itu yang membuatnya optimistis bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Hector. "Saya sudah bermain di stadion besar. Tapi setelah melihat suporter FC, saya sangat bersemangat. Mereka akan mendorong saya dan tim lebih keras lagi," katanya.
Laga perdana yang mungkin menjadi ajang pembuktian Mensah adalah putaran pertama DFB-Pokal melawan Würzburger Kickers pada 24 Agustus. Jika lolos, ia berpeluang menjalani debut Bundesliga di kandang sendiri, RheinEnergieStadion, pada hari pertama musim 2024/25 melawan Hoffenheim. Pertandingan itu akan menjadi ujian sejati apakah ia mampu meneruskan tradisi nomor 14 yang sarat makna.
Ke depan, publik Cologne tentu berharap Mensah bisa setidaknya mendekati konsistensi dan dedikasi Hector. Pertanyaannya, bisakah ia menuliskan babaknya sendiri tanpa terbebani bayang-bayang legenda? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah pertamanya sudah menunjukkan keberanian.



