Chelsea Siapkan Dana Besar untuk Adam Wharton: Rekrutan Mahal di Tengah Rombakan Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan berniat mendatangkan gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, dengan banderol minimal £80 juta sebagai bagian dari renovasi skuad arahan Xabi Alonso.
- Selain Wharton, The Blues juga mengincar Jordan Henderson secara gratis dan Alex Scott dari Bournemouth, namun rencana ini bergantung pada penjualan pemain seperti Enzo Fernández.
- Wharton dinilai sebagai gelandang pengontrol permainan yang cocok dengan filosofi Alonso, namun Palace berada di posisi kuat karena kontraknya masih panjang hingga 2029.

Chelsea belum mengubur ambisi mendatangkan gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, meski sudah menyepakati transfer Jordan Henderson dan terus memburu Alex Scott. Jurnalis yang kerap meliput Chelsea, Simon Phillips, mengungkapkan bahwa klub London Barat itu menjadikan Wharton sebagai target utama di lini tengah—sebuah sinyal bahwa proyek racikan Xabi Alonso musim panas ini bisa menjadi salah satu yang paling ambisius di Eropa.
Henderson diplot sebagai pemimpin senior di ruang ganti yang masih muda, sementara Scott dianggap sebagai gelandang mobile dengan sentuhan teknis tinggi yang bisa berkembang di bawah Alonso. Namun, Wharton—jika jadi direkrut—akan menjadi headline yang sesungguhnya. Gelandang kidal ini telah menjelma menjadi salah satu talenta muda Inggris terbaik sejak pindah ke Selhurst Park dari Blackburn Rovers pada Februari 2024. Palace saat itu hanya membayar £18 juta, namun nilai Wharton meroket berkat penampilan konsistennya di Premier League selama dua setengah musim. Kini, The Eagles dikabarkan mematok harga minimal £80 juta.
Phillips, yang memiliki jaringan sumber di internal Chelsea, menyebut bahwa tiga narasumber utamanya mengonfirmasi niat klub untuk bergerak mendatangkan Wharton—asalkan mereka bisa menyelesaikan sejumlah pelepasan pemain terlebih dahulu. Enzo Fernández disebut-sebut masih menjadi kandidat utama yang akan dijual, dan Wharton diproyeksikan sebagai penggantinya. Selain itu, Roméo Lavia dan Dário Essugo kemungkinan dipinjamkan, sementara masa depan Valentín Barco juga belum jelas. Phillips menekankan bahwa ini masih sebatas rencana, bukan negosiasi lanjutan.
Bagi Chelsea, merekrut Wharton bukan sekadar menambah pemain muda. Ia adalah gelandang pengontrol bertipe left-footed yang mampu membaca tekanan lawan dengan cepat dan mengalirkan bola ke depan dengan sentuhan minimal. Kemampuannya menerima umpan dari bek dan melewati tekanan akan sangat cocok dengan gaya permainan Alonso yang mengandalkan penguasaan bola. Kehadirannya di samping Moisés Caicedo bisa memberi keseimbangan: Caicedo sebagai perebut bola, Wharton sebagai pengatur ritme.
Namun, jalan menuju Wharton tidak mudah. Palace tidak perlu menjual karena kontraknya masih panjang hingga 2029. Mantan striker Palace, Clinton Morrison, bahkan menilai harga Wharton bisa sama atau lebih mahal dari Scott karena usia, kemampuan, dan peran vitalnya di tim. Sementara itu, Bournemouth juga belum goyah setelah menolak tawaran £64 juta untuk Scott. Chelsea harus menjual pemain terlebih dahulu untuk mengumpulkan dana dan membuka slot di skuad.
Jika semua beres, Wharton bisa menjadi fondasi lini tengah Chelsea untuk jangka panjang. Ia sudah teruji di Premier League, memiliki pengalaman internasional bersama Inggris (termasuk dipanggil ke Euro 2024 hanya beberapa bulan setelah meninggalkan Championship), dan secara gaya bermain mengisi celah yang saat ini kurang di Stamford Bridge. Pertanyaannya, mampukah Chelsea merapikan rumah tangga—melepas Fernández dan beberapa pemain lain—sebelum Palace atau klub lain bergerak lebih dulu?



