Drama Tiga Bola Terakhir: MI London dan London Spirit Berbagi Angka di The Oval
Baca dalam 60 detik
- MI London menahan London Spirit dalam laga sengit The Hundred setelah Hayley Matthews hanya kebobolan tiga run dari tiga bola terakhir, memaksa hasil imbang.
- Melie Kerr dan Chinelle Henry menjadi motor ofensif MI London dengan total 82 run dari 44 bola, sementara Amy Jones membalas dengan 49 run untuk Spirit.
- Hasil ini mengangkat MI London dari dasar klasemen ke posisi ketujuh, sementara Spirit naik ke peringkat keempat, memperketat persaingan di papan tengah.

Pertandingan The Hundred antara MI London dan London Spirit di The Oval, London, berakhir dengan skor imbang 151-151 setelah Hayley Matthews, pelempar leg-spin asal Hindia Barat, hanya melepaskan tiga run dari tiga bola penutup, membuat lawan gagal mengejar target.
Menjelang akhir, London Spirit membutuhkan sembilan run dari lima bola yang tersisa. Deandra Dottin, rekan setim Matthews di tim nasional, memukul empat run di bola pertama, lalu mencuri satu run. Namun, Matthews membalas dengan memecahkan wicket Nadine de Klerk melalui tangkapan di deep mid-wicket, lalu menahan Charlie Dean hanya pada satu run. Di bola terakhir, Dottin hanya mampu memukul bola ke sisi kaki, berlari untuk dua run, dan skor pun sama kuat.
Kunci kemenangan MI London terletak pada kedalaman batting. Setelah dimasukkan batting, mereka kehilangan wicket awal, tetapi Kerr bersama kapten Hollie Armitage (23) membangun 46 run, disusul ledakan Henry yang memukul dua four dan dua six. Di sisi lain, Amy Jones (49 dari 36 bola) menjadi tiang pancang Spirit dengan kemitraan 68 run bersama Marie Kelly (45) dan 51 run bersama Marizanne Kapp (25). Namun, setelah Kapp dan Jones pulang dalam waktu singkat, pace bowling Spirit mulai goyah.
Bagi penggemar olahraga Indonesia, drama semacam ini mengingatkan pada momen-momen menegangkan di cabang olahraga lain, seperti adu penalti di sepak bola atau tie-break di bulu tangkis. Meskipun kriket belum populer di Tanah Air, pertandingan seperti ini menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki daya tarik yang sama: ketegangan, strategi, dan kejutan. Beberapa komunitas kriket di Jakarta dan Bali mulai tumbuh, dan momen seperti ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan olahraga ini kepada khalayak yang lebih luas.
Dengan hasil ini, MI London keluar dari dasar klasemen, naik ke posisi ketujuh dengan dua poin, unggul net run-rate atas Birmingham Phoenix. Sementara itu, London Spirit naik ke peringkat keempat, mengungguli Welsh Fire dan Sunrisers Leeds. Persaingan di papan tengah semakin ketat, dan setiap pertandingan ke depan akan menentukan siapa yang lolos ke babak gugur. Mampukah MI London mempertahankan momentum? Atau justru London Spirit yang akan bangkit? Yang jelas, The Oval telah menyajikan tontonan kelas dunia yang layak ditiru oleh liga olahraga mana pun.



