Georgia Hall Kembali ke Tempat Kejayaan Usai Melahirkan: Siap Uji Mental di Royal Lytham
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Inggris Georgia Hall, yang menjuarai AIG Women's Open 2018 di Royal Lytham, kembali ke venue yang sama sebagai ibu baru setelah melahirkan putranya lima bulan lalu.
- Hall mulai berlatih enam minggu pasca-persalinan dan berhasil melewati cut di sejumlah turnamen Ladies European Tour, meyakinkannya untuk tampil di major pertama sejak menjadi ibu.
- Dengan lapangan yang lebih kering dan sulit, Hall menargetkan perbaikan bertahap sambil mengelola ekspektasi, terinspirasi oleh Catriona Matthew yang memenangi turnamen ini 11 pekan setelah melahirkan.

Georgia Hall, pegolf Inggris yang menorehkan sejarah dengan kemenangan AIG Women's Open 2018 di Royal Lytham saat berusia 22 tahun, kembali ke tempat yang sama sebagai seorang ibu. Lima bulan setelah melahirkan putranya, Conor, Hall siap menghadapi tantangan lapangan yang lebih berat, tetapi hatinya penuh kenangan dan tekad baru.
Kemenangan pada 2018 menjadikannya pegolf putri Inggris terakhir yang merebut gelar major. Kini, di usia 30 tahun, Hall kembali ke Fylde Coast dengan keluarga kecilnya, termasuk tunangannya Paul Dunne—mantan pegolf amatir yang pernah mengalahkan Rory McIlroy. Namun, perjalanan kembali ke puncak tidak mudah. Enam pekan setelah melahirkan, ia mencoba memukul bola di driving range di Irlandia. "Aku sangat bersemangat karena tidak tahu bagaimana hasil pukulanku," ujarnya. "Tapi ternyata lumayan, meski tanpa rotasi tubuh. Saat itulah aku berpikir, mungkin aku bisa kembali ke Lytham."
Hall kemudian kembali berkompetisi di Ladies European Tour dan lolos cut di Prancis, Belanda, dan Belgia. Performa itu cukup untuk meyakinkannya bahwa ia siap tampil di major. Ia juga mendapat nasihat dari Catriona Matthew, kapten Solheim Cup yang memenangi Women's Open di Lytham pada 2009 hanya 11 pekan setelah melahirkan. "Aku bilang padanya, 'Aku benar-benar tidak tahu bagaimana kau melakukannya.' Dia menjawab, 'Oh, lebih mudah dengan anak kedua,'" kenang Hall. Matthew menyarankan Hall untuk mengelola ekspektasi. "Kau telah melahirkan manusia, jadi butuh waktu. Bersabarlah. Itu yang akan kuingat pekan ini," kata Hall.
Meski kenangan manis 2018 masih lekat, Hall mengakui kondisi lapangan tahun ini jauh lebih sulit. Royal Lytham telah dirombak sehingga lebih kering, cepat, dan menantang. "Ini salah satu lapangan tersulit yang pernah ada. Perubahannya membuat segalanya makin berat. Aku perkirakan skor akan sulit," jelasnya. Namun, Hall tidak membebani diri dengan target juara. Fokusnya adalah perbaikan setiap bulan. "Permainanku dalam kondisi cukup baik. Jika aku bisa menjaga mental dan memasukkan beberapa putt, aku yakin akan baik-baik saja," ujarnya.
Kisah Hall menjadi pengingat bahwa jalan kembali ke puncak setelah menjadi ibu membutuhkan ketekunan dan penerimaan. Di Indonesia, perjuangan serupa kerap dialami atlet seperti Greysia Polii yang kembali ke lapangan badminton usai melahirkan. Bagi Hall, pekan ini adalah tentang merayakan perjalanan—bukan sekadar menang. Dengan keluarga di sisinya dan lapangan yang penuh tantangan, ia siap menulis babak baru dalam kariernya.



