Pukulan bagi Arsenal: Bek Andalan Saliba Cedera Punggung, Absen Lama
Baca dalam 60 detik
- William Saliba mengalami cedera punggung saat Piala Dunia 2026 dan harus menjalani rehabilitasi panjang.
- Cedera ini mengancam lini pertahanan Arsenal di awal musim Premier League, termasuk laga pembuka melawan Coventry City.
- Absennya Saliba menjadi ujian kedalaman skuad Arsenal dan bisa mempengaruhi persaingan gelar juara.

Arsenal harus kehilangan bek andalannya, William Saliba, untuk waktu yang cukup panjang setelah pemain timnas Prancis itu mengalami cedera punggung selama Piala Dunia 2026. Klub Premier League tersebut mengonfirmasi bahwa Saliba memerlukan program pemulihan khusus dan tidak akan tersedia dalam waktu dekat.
Cedera tersebut mulai menghambat Saliba sejak fase awal turnamen di Amerika Serikat. Ia hanya mampu berlatih terbatas, dan puncaknya terjadi saat laga semifinal melawan Spanyol, di mana ia harus ditarik keluar setelah 30 menit bermain. Saliba juga absen pada perebutan tempat ketiga kontra Inggris. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di London, dokter memastikan cedera punggung yang dideritanya membutuhkan rehabilitasi, meski operasi tidak diperlukan.
โSemua pihak fokus mendukung William agar ia bisa kembali bugar secepat mungkin,โ demikian pernyataan resmi Arsenal. Namun, ketiadaan Saliba jelas menjadi pukulan berat bagi The Gunners yang akan memulai musim baru Premier League pada 21 Agustus melawan Coventry City, tim promosi yang patut diwaspadai.
Bagi Arsenal, kehilangan Saliba bukan sekadar masalah teknis. Bek berusia 24 tahun itu merupakan pilar pertahanan yang tangguh dan menjadi kunci dalam skema permainan Mikel Arteta. Tanpa dirinya, lini belakang Arsenal kehilangan sosok yang tenang dalam mengatur tempo dan membangun serangan dari belakang. Ini menjadi ujian serius bagi kedalaman skuad, terutama dengan jadwal padat di awal musim.
Dari sudut pandang penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menjadi perhatian karena Saliba adalah salah satu bek muda terbaik dunia yang kerap menjadi sorotan di liga-liga Eropa. Absennya ia bisa mempengaruhi performa Arsenal di kompetisi domestik dan Eropa, yang tentu diikuti oleh banyak penonton Indonesia. Selain itu, persaingan Premier League musim ini diprediksi semakin ketat, dan cedera pemain kunci seperti Saliba bisa mengubah peta kekuatan.
Analis sepak bola menilai bahwa Arsenal harus segera mencari solusi jangka pendek. Opsi seperti memainkan Jakub Kiwior atau menggeser Ben White ke posisi tengah mungkin akan dipertimbangkan Arteta. Namun, tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman dan ketenangan Saliba. Jika rehabilitasi berjalan lambat, Arsenal bisa kehilangan poin berharga di awal musim, yang pada akhirnya bisa menentukan nasib mereka di papan atas.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: seberapa cepat Saliba bisa pulih? Apakah Arsenal akan mencari bek tambahan di bursa transfer? Atau akankah mereka bertahan dengan skuad yang ada? Semua mata akan tertuju pada perkembangan cedera ini, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Arsenal, tetapi juga oleh timnas Prancis yang akan menghadapi kualifikasi Piala Dunia berikutnya.



