IHSG Tembus 6.400, Kapitalisasi Pasar Bengkak Rp190 Triliun dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,51% ke 6.430,15 pada sesi I Kamis (23/7/2026), menembus level psikologis 6.400 yang sebelumnya sulit ditembus.
- Reli saham komoditas, teknologi, dan properti menjadi motor penguatan, dengan sektor properti memimpin kenaikan 6,12%.
- Kapitalisasi pasar BEI bertambah hampir Rp200 triliun menjadi Rp11.286 triliun, menandakan optimisme investor domestik meski asing masih jual bersih.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.400 pada perdagangan sesi I, Kamis (23/7/2026), mencatat penguatan 95,68 poin atau 1,51% ke posisi 6.430,15. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa momentum bullish masih berlanjut setelah sempat terhenti sehari sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bergerak dalam rentang 6.338,24 hingga 6.437,20 sepanjang sesi pagi, dengan level tertinggi intraday menembus 6.400 untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir. Aktivitas perdagangan tercatat ramai: nilai transaksi mencapai Rp11,90 triliun dari 34,81 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,75 juta transaksi. Sebanyak 450 saham menguat, 166 melemah, dan 177 stagnan, menunjukkan dominasi aksi beli di hampir seluruh sektor.
Kapitalisasi pasar BEI pun ikut terdongkrak menjadi Rp11.286 triliun, bertambah nyaris Rp200 triliun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp11.096 triliun. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor domestik yang kembali mengalir deras, meskipun pada perdagangan sebelumnya investor asing masih mencatat jual bersih (net foreign sell) senilai Rp920,3 miliar.
Reli IHSG kali ini ditopang oleh saham-saham berbasis komoditas, teknologi, dan properti. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi penyumbang terbesar penguatan indeks dengan kontribusi 9,56 poin, diikuti PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebesar 7,68 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 6,74 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 5,21 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 4,56 poin, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 3,82 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,42 poin. Sektor properti menjadi primadona dengan kenaikan 6,12%, disusul energi 3,21%, utilitas 2,91%, dan barang baku 2,86%. Hanya sektor kesehatan yang tercatat melemah tipis 0,27%.
Di sisi lain, tekanan terhadap indeks berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memangkas 4,41 poin, serta PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang turut membebani pergerakan IHSG.
Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6.400 menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren jangka pendek. Setelah terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu yang mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut, indeks bangkit dan kembali mencetak higher high. Pada grafik harian, IHSG masih bergerak jauh di atas weighted moving average (WMA) 9 yang berada di kisaran 6.257, sehingga tren naik jangka pendek masih terkonfirmasi. Area 6.400 yang sebelumnya menjadi resistance kini berubah menjadi level support krusial. Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan, peluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.450-6.500 akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika gagal mempertahankan level tersebut, aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek bisa terjadi, mengingat IHSG telah menguat lebih dari 23% sejak titik terendah awal Juni.
Dari sisi sentimen, penguatan IHSG terjadi setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini memberikan kepastian bagi pelaku pasar di tengah ketidakpastian global. Optimisme investor domestik serta rotasi ke saham-saham komoditas dan teknologi mampu menjaga momentum penguatan pasar saham Indonesia, meskipun aliran dana asing masih tercatat negatif. Pertanyaan selanjutnya: akankah IHSG mampu bertahan di atas 6.400 hingga akhir pekan, atau justru akan kembali diuji oleh aksi profit taking?



