Investasi Konkret Jadi Target Tegal Business Forum 2026, Gubernur Jateng Minta Hasil Terukur
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan forum bisnis harus menghasilkan MoU dan kerja nyata, bukan sekadar seremonial.
- Kota Tegal didorong menjadi hub ekonomi di wilayah Tegal Raya dengan memanfaatkan sektor maritim, perdagangan, dan UMKM.
- Realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp110,64 triliun, menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong agar Tegal Business Forum 2026 tidak berhenti pada rangkaian acara, melainkan melahirkan kesepakatan usaha dan komitmen investasi yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kota Tegal dan sekitarnya. Forum yang digelar di Shangri-la Land Convention Hall, Selasa (21/7), mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan dalam satu meja.
Menurut Luthfi, forum bisnis harus berorientasi pada hasil yang bisa diukur. "Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur," ujarnya di sela acara. Ia menilai kolaborasi tiga pihak itu krusial untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.
Luthfi mengingatkan bahwa APBD Jawa Tengah yang sekitar Rp23 triliun harus dibagi untuk 35 kabupaten dan kota, mencakup pelayanan dasar hingga infrastruktur. Karena itu, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran. "Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi," tegasnya.
Luthfi juga mendorong setiap kawasan eks-karesidenan memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung. Kota Tegal, misalnya, dapat menjadi hub di wilayah Tegal Raya dengan dukungan Kabupaten Tegal dan Brebes. Potensi maritim, perdagangan, jasa, kuliner, dan kewirausahaan di kota itu harus dikemas dan ditawarkan secara konkret kepada investor. "Bupati dan wali kota harus menjadi marketing manager bagi daerahnya. Mereka harus memahami potensi wilayah, menjual daerahnya, memberikan kepastian, dan menyelesaikan kendala investor," ujar Luthfi.
Ia menilai Jawa Tengah masih menjadi daerah menarik bagi investor berkat keamanan kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, tenaga kerja kompetitif, dan kesiapan kawasan industri. Kota Tegal pun mencatatkan kinerja positif: realisasi investasi 2025 mencapai 132 persen dari target, dan pada Triwulan I 2026 masuk 10 besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.
Luthfi menekankan bahwa investasi besar harus berjalan beriringan dengan penguatan UMKM. Jawa Tengah memiliki sekitar 4,9 juta pelaku UMKM yang perlu didorong naik kelas melalui pendampingan, perluasan akses pasar, dan dukungan permodalan. Bank Jateng diminta menjadi tulang punggung pembiayaan UMKM dan memperluas layanan ke perusahaan swasta.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, Tegal Business Forum merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Bank Jateng. Forum ini juga menindaklanjuti arahan gubernur agar Bank Jateng tidak hanya mengelola transaksi pemerintah, tetapi semakin aktif melayani sektor swasta. "Kami ingin memperluas layanan kepada dunia usaha dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun juga kami salurkan kepada sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga komersial," katanya.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyebut forum tersebut menghadirkan sekitar 100 pengusaha besar asal Kota Tegal, 100 pelaku usaha kuliner, restoran, kafe, dan lounge, serta perwakilan dari sekitar 20 perusahaan penanaman modal asing. Ia berharap forum ini dapat mendorong pemanfaatan aset dan lahan strategis yang selama ini belum produktif, sekaligus menarik investasi baru di sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, dan fasilitas publik.
Tegal Business Forum 2026 mengusung tema "Amazing Tegal, Amazing Investment, and Amazing Service". Pemerintah Kota Tegal berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan dan perizinan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan investasinya. Pertanyaannya, mampukah forum ini benar-benar mentransformasi potensi menjadi proyek investasi yang berjalan dalam waktu dekat?



