Ledakan Rumah Grand Polonia Medan: Tiga Korban Tewas, Dugaan Kebocoran Gas Diselidiki
Baca dalam 60 detik
- Tim SAR mengevakuasi tiga jenazah dari reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan, menggenapkan total korban jiwa menjadi tiga orang.
- Ledakan dahsyat merobohkan bangunan tiga lantai, merusak tiga mobil dan sejumlah rumah di sekitarnya.
- Penyelidikan awal mengarah pada kebocoran pipa gas bawah tanah; PGN dan polisi melakukan investigasi bersama.

Operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan perumahan mewah Grand Polonia, Medan, resmi berakhir setelah tim gabungan menemukan tiga korban terakhir yang tertimbun reruntuhan bangunan pada Selasa (21/7) petang. Ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lantai dua rumah nomor 3B, menggenapkan jumlah korban jiwa dalam insiden ledakan tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa korban keenam dan terakhir berhasil dievakuasi tepat pukul 18.00 WIB. "Dengan demikian, seluruh korban telah tertangani. Tiga orang meninggal dunia, sementara empat lainnya selamat," ujarnya dalam keterangan di lokasi kejadian. Korban selamat meliputi seorang balita bernama Jeavelin (2), Hasan, serta seorang sopir dan seorang kurir yang identitasnya belum diungkap. Sementara itu, tiga korban tewas adalah Ros (asisten rumah tangga), Sinta (pengasuh bayi), dan Jesika, istri pemilik rumah.
Ledakan yang terjadi pada sore hari itu tidak hanya merobohkan rumah tiga lantai milik keluarga tersebut, tetapi juga merusak tiga unit mobil yang terparkir di depan. Gelombang kejut bahkan memecahkan kaca dan meretakkan dinding sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi. Kekuatan ledakan menggambarkan betapa besarnya tekanan yang dihasilkan, membuat warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar rumah.
Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah yang melintasi area rumah. Tim dari Perusahaan Gas Negara (PGN) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen bersama aparat kepolisian. "Kami akan mengumpulkan alat bukti dan melakukan investigasi menyeluruh. Mudah-mudahan dengan selesainya evakuasi, kami bisa mengungkap penyebab pastinya," tambah Kombes Calvijn.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko infrastruktur gas di kawasan padat penduduk. Di Indonesia, kebocoran pipa gas bawah tanah kerap menjadi pemicu ledakan, terutama di daerah yang pemeliharaan jaringannya kurang optimal. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika mencium bau gas atau melihat tanda-tanda kebocoran. Ke depan, perlu ada audit keselamatan menyeluruh terhadap jaringan gas di perumahan-perumahan serupa guna mencegah tragedi serupa terulang.



